“Tuhan memberi makan bukan hanya dengan manna, melainkan juga dengan sabda-Nya. Siapkah hati kita untuk menerima-Nya?”
Sabda Tuhan adalah benih, dan Tuhan adalah Sang Penabur. Dia menabur dengan kemurahan Ilahi. Tidak menghitung di mana benih itu jatuh, tapi berharap, bahkan tanah yang tandus itu suatu hari akan berbunga. Dia menabur bukan hanya sekali, melainkan berulang kali, bahkan ketika kami keras hati, berpaling, dangkal, atau tertikam duri dunia.
Hari ini, saat kami mendengarkan perumpamaan tentang penabur, kami juga mengenang umat-Mu yang lapar di padang gurun. Mereka bersungut-sungut dan meragukan kasih-Mu, tapi Engkau tidak berpaling. Engkau menurunkan manna dari langit. Engkau membuka pintu-pintu Surga dan memberi mereka roti para Malaikat. Engkau memberi daging dalam kelimpahan, air dari batu, dan di atas semuanya, Engkau memberi kerahiman.
Betapa sering kami mengulangi kisah itu. Kami berseru dalam ketakutan, mengeluh dalam tekanan, dan membiarkan kekhawatiran mencekik sabda-Mu dalam hidup kami. Kami mengejar yang fana, dan melupakan Roti yang memberi hidup. Kami berdoa, tapi hanya sebagai kewajiban. Kami mendengar, namun cepat melupakan. Kami mencari-Mu, tapi hanya setelah semua jalan lain gagal.
Tuhan, kami mengaku pernah jadi semua jenis tanah itu. Kadang menolak, dangkal, dan terlalu sibuk. Tapi kami rindu jadi tanah yang baik, lembut, terbuka, dan siap diolah. Kami ingin menerima Firman-Mu seperti embun pagi, manna harian, dan harta tersembunyi di ladang. Izinkan firman-Mu meresap, berakar, dan berbuah — bukan hanya bagi kami, tapi bagi dunia tempat Engkau mengutus kami.
Bentuklah hati kami agar menanti Engkau seperti fajar. Jadikan doa sebagai irama harian hidup kami, dan sabda-Mu sebagai santapan jiwa.
Semoga kami datang kepada-Mu bukan karena kewajiban, melainkan karena lapar dan kasih. Yesus, Engkaulah Sabda yang hidup dan Roti yang turun dari Surga. Kami menerima-Mu.
Tanamlah Kerajaan-Mu dalam hati kami.
“Yesus, Engkaulah andalanku.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

