Berhati-hati itu baik. Tapi bersikap curiga itu, jangan. Apalagi curiga yang berlebihan, karena membuat kita jadi tidak nyaman. Biasanya orang yang curigaan itu perfeksionis atau tidak percaya dengan siapa saja.
Kecenderungan orang yang perfeksionis adalah tidak boleh ada orang yang lebih baik dari dirinya. Jika ada orang yang berbicara baik tentang orang lain, dan bukan dirinya, dia mulai merasa gelisah, dan sebenarnya dia sangat tidak suka.
Ketika saya merenungkan Injil hari ini, dalam hati saya bilang, “Herodes, betapa gelisahnya hidupmu. Jelas-jelas Yohanes Pembaptis telah dibunuh atas perintahmu, masih saja dirimu mencurigainya. Dia tidak tahu, bahwa yang sekarang datang itu lebih besar dari Yohanes Pembaptis, yaitu Yesus.”
Ini jadi pelajaran penting bagi kita semua agar sikap curiga itu tidak dipelihara. Karena sikap ini sama sekali tidak membuat hidup kita bahagia, tapi sebaliknya, membuat hidup kita gelisah terus-menerus. Kita tidak bisa melihat yang baik itu terjadi pada diri orang lain. Hal ini berbahaya sekali, dan membuat kita jadi tenang.
Stop curigaan…!
Rm. Petrus Santoso SCJ

