Simply da Flores
1.
Mewarnai Sunyi Sepi
Sunyi ini menggerakkan jemari
Aku diajak menuliskan langkah waktu
Aku dirayu mencatat jejak desah nafas
Aku disuruh menghitung detak jantung
Lahirlah ayat-ayat cerita
kisah kelana dan nostalgia
Goresan cinta rindu damba cita
Ketika pribadi bertekad meraih makna
membuat prasasti di sejarah semesta
Sepi bisa jadi ramai
Kala pikiran mulai menari bersama intuisi
Berkelana dalam aneka ruang inspirasi
Menjelma jadi sajak dan puisi
Mengukir bait syair harmoni alam dan insani
Tumpahkan serpihan rindu hati nurani
Goreskan secercah damba sanubari
Kisah cerita jejak langkah nafas pribadi
Alam menghasilkan aneka warna
entah pelangi di dalam samudra
entah biru nirmala angkasa
entah hijau kuning di hutan belantara
entah merah putih jingga dalam budaya
entah kilatan cahaya dalam gulita
Semua berjalan dalam hukum semesta
tak peduli apa pun keputusan manusia
Dan…
dalam energi kodrat kehidupan ini
manusia coba menangkap inspirasi
ketika nalar berkelana mencari
ketika hati nurani mau menyadari
ketika sanubari jiwa meyakini
adanya pribadi jasmani dan rohani
yang mewariskan gugatan makna hakiki diri sejati
Apa dan siapa diri pribadi ini
di hadapan sesama, alam dan Sang Pencipta?
Ziarah Kelana Abadi
Tangisan lahir membawa tanya kodrati
Air mata mengalirkan gugatan asali
Suara pertama kobarkan kelana pribadi
pada lembaran fakta dan misteri
“Mengapa aku harus terlahir di sini
Ke mana aku akan pergi
Jadi apa dan siapa aku ini?”
Setiap pribadi punya kisah cerita
Sejak dalam rahim Mamanya
hingga sekarang jadi apa dan siapa
Berkelana nafas tinggalkan jejak nostalgia
Disematkan aneka tradisi kisah cerita
oleh sesama dan adat budaya
oleh alam lingkungan semesta
Aku, engkau
dan kita semua anak manusia
datang dalam fakta tanya
berkelana hingga pulang dengan rindu damba
Mencoba berkreasi menggambar cita-cita
Belajar berinovasi merajut kasih cinta
“Aku mau jadi apa dan siapa
Antara misteri dan fakta
Antara jawaban dan tanya
Dinamika lestari hingga ajal tiba”

