Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Segala sesuatu akan mengalir dan berubah serta tidak akan ada yang tinggal tetap.”
(Herakleitos)
Panta Rhei Kai Uden Menei
Cermatilah sebuah dogma suci warisan filsuf dunia ‘Herakleitos’. Sungguh mengagumkan hati dan jiwa tulus ini, kala kita sungguh mau mencermati makna dan arti sejati dari adagium “panta rhei kai uden menei,” bahwa semua mengalir dan tidak ada yang tinggal tetap.
Bukankah sang kebijaksanaan sejati telah mewariskan kepada kita, bahwa akan tiba saatnya, berupa suatu perubahan yang mengharuskan kita untuk melepaskan apa pun yang mengikat jiwa kita dengan dunia ini.
Cermatilah hukum kehidupan yang satu ini, setelah kita menghiruf udara, maka bukankah kita harus segera melepaskannya? Itulah hukum alam yang akan menghidupkan kita. Jika Anda tidak sudi untuk melepaskannya, bukankah Anda akan tersiksa? Nah, itulah sebuah kebijaksanaan, ‘wisdom’, pentingnya hukum untuk melepaskan!
Tentu, hal ini tidak dimaksudkan, bahwa di saat ini Anda harus segera menjual semua milik Anda, tidak! Tapi kepada Anda, diharapkan untuk berani melepaskan semua kelekatan itu, di kala saatnya telah tiba nanti. Itulah suatu perubahan yang mewajibkan Anda dan saya untuk berani melepaskan semuanya.
Cermatilah Fakta Hidup di Sekeliling Kita
Kebijaksanaan untuk berani melepaskan itu telah mengingatkan kita di saat menyaksikan sebuah peristiwa kematian seseorang. Bukankah dia telah melepaskan segalanya? Adakah sesuatu atau bahkan secuil saja dari hartanya itu yang dibawanya? Tidak secuil pun! Dalam konteks ini, bahwa fakta hidup telah membuktikannya.
Belajar untuk Melepaskan dapat Bermakna Memberi
Ketika seorang pria kaya mendatangi seorang petapa saleh dan meminta nasihat, bagaimana agar dia dapat hidup bahagia, maka sahut sang petapa itu, “Ya, dengan cara memberi. Sekali lagi, memberi.”
Sahut pria kaya itu, “Ya, tuan, aku telah memberikan juga dari harta milikku.”
“Ya, berikan terus lagi. Karena bukankah di suatu saat nanti, kau dan juga aku akan memberikan semuanya, sampai habis, bukan?”
Setelah mendengar nasihat yang sungguh menantang itu, maka pergilah pria kaya itu sambil memikul seribu beban baru yang mengalir deras dari dalam hati dan pikirannya.
(Dari berbagai Sumber)
Sebuah Ajakan untuk Melepaskan
“Di mana hartamu berada, maka di situlah hatimu pun berada!” Sabda Sang Guru Kebijaksanaan. Semoga tuturan dari Sang Guru Agung yang sudah lebih dari dua ribu tahun silam ini sanggup menyadarkan dan menenangkan batin kita.
Bukankah sumber dari semua kelekatan itu, justru bercokol di dalam hati kita? Sungguh benar, karena bukankah semua persoalan hidup ini, iri hati, kecemburuan, dan segala kejahatan itu, justru bersumber dari dalam hati manusia?
Sesungguhnya di dalam konteks ini, kita sangat membutuhkan sikap kebijaksanaan sejati. Bukankah kebijaksanaan itu adalah sifat khas dari Sang Sumber Kebijaksanaan itu?
Sekali lagi, mari kita belajar untuk ikhlas melepaskan!
Kediri, 19 Juli 2025

