Mat 12: 1-8
“Setiap saat rasa iba dan empati muncul, karena nasib sesamamu, maka sadarlah, bahwa itulah kode bagimu untuk mewujudkannya dalam tindakan baik. Jangan biarkan belas kasihan itu tetap sebagai sebuah perasaan belaka tanpa tindakan nyata.”
Dalam Injil hari ini Yesus menegaskan tentang pentingnya belas kasihan daripada tindakan yang dibuat, karena kepentingan diri sendiri. Kata-Nya: “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah” (ayat 8).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
- Bersyukurlah, bila masih ada rasa iba, prihatin, dan empati terhadap kesulitan serta penderitaan orang lain;
- Berjuanglah untuk mewujudkan setiap rasa belas kasihan itu ke dalam perbuatan baik;
- Jangan biarkan seorang yang menderita dan kesulitan yang berpapasan denganmu itu berlalu tanpa merasakan bantuan nyata darimu.
Akhirnya percayalah, bahwa setiap kali Anda membantu orang lain, sesungguhnya Anda telah menghadirkan Allah kepada mereka.
Monsignor RD Inno Ngutra

