Jaga relasi kita dengan normal dan baik, artinya tahu batasnya, posisinya, dan tahu bagiannya masing-masing. Hal itu harus membawa kita pada kedewasaan jasmani dan rohani yang baik.
Kembalikan keluhuran hidup kita pada saat Tuhan menciptakan kita, yaitu ‘secitra dan segambar’ dengan Dia. Keluhuran hidup manusia ini memberikan tanggung jawab pada kita untuk menghormati dan menjaga hidup kita.
Memang, jalan kehidupan yang telah dilewati masing-masing pribadi itu tidak mudah. Kisah dan cerita itu sudah ada dalam ‘Buku Kehidupan’ yang tersimpan dengan baik.
Kisah hidup itu bisa membuat kita tiba-tiba menangis, tertawa, tersipu malu, atau ada penyesalan yang perlu diperbaiki.
Tugas kita jangan menambahkan kisah untuk memperpanjang deret penyesalan itu, tapi yang utama ditambahkan adalah kisah yang membuat kita bahagia. Oleh karena itu, di setiap perjumpaan, dapatkan kebahagian dalam berelasi dengan sesama.
Selama ini, aku terus berusaha dan berjuang untuk menambahkan sukacita serta kebahagiaan dalam hatiku agar buku kehidupanku makin berguna dan bermakna bagi sesama.
Sungguh suatu karunia dan rasa syukur yang luar biasa, ketika kehadiranku diterima sesama dengan senyum dan kebahagian yang terpancar di wajah mereka.
Relasi kita yang normal dan baik adalah relasi yang saling melengkapi, mengisi, dan menambah deret kebahagian itu demi memaknai buku kehidupan kita masing-masing.
Berkah Dalem.
Rm. Petrus Santoso SCJ

