Bapa yang Maha Baik,
Sabda Putra-Mu hari ini sungguh mengejutkan, bahkan menyentuh hal-hal yang paling kami junjung: yakni hubungan keluarga, tradisi, dan kenyamanan pribadi. Yesus datang bukan untuk membawa damai yang palsu, melainkan pedang kebenaran yang memisahkan terang dari gelap, yang membuka jalan menuju damai sejati dalam Kerajaan-Mu.
Seperti orang Israel di bawah penindasan Firaun, kami sering merasa tertindih oleh salib yang tidak kami pilih: sakit penyakit, kehilangan orang tercinta, luka relasi, atau ditolak, karena memilih mencintai-Mu terlebih dahulu. Namun sabda-Mu berkata: “Barang siapa kehilangan nyawanya, karena Aku, akan menemukannya.” Engkau tidak meminta kami meninggalkan kasih, justru mengajarkan kami untuk mengasihi secara benar, dimulai dari mengasihi Engkau, sumber segala kasih.
Bapa, saat Yesus meminta kami mengasihi Dia lebih dari Ayah, Ibu, anak atau keluarga kami, itu bukan karena Ia haus perhatian, melainkan karena hanya Dia yang dapat membawa kami ke Rumah-Mu. Tidak ada yang dapat menggantikan posisi-Nya. Bila Ia jadi yang pertama, maka segala yang lain akan tertata sesuai dengan kehendak-Mu.
Seperti bangsa Israel yang diperbudak, tapi tetap Engkau bela, maka ajarlah kami bertahan dalam pencobaan. Sebab, jika Engkau tidak berpihak kami, pasti kami telah binasa. Tapi Engkaulah Penolong kami, Pematah jerat musuh, dan Pembuka jalan bagi umat-Mu yang tertindas.
Semoga kami makin menyadari, bahwa memikul salib itu bukan hanya terjadi dalam peristiwa besar, melainkan terutama lewat tindakan kecil sehari-hari. Saat kami mengalah untuk melayani, bersabar di tengah kelelahan, memberi tanpa mengeluh, atau mendoakan mereka yang menyakiti kami, di situlah kami mengikuti jejak Kristus.
Kami percaya, ketika memikul salib dengan kasih, kami memperoleh kemenangan, dalam penyerahan ada sukacita, dan dalam kehilangan diri ini, kami menemukan hidup yang sejati bersama-Mu.
Bapa, Engkaulah pertolongan kami, sumber kebebasan dan kekuatan sejati. Dengan di jalan salib bersama Kristus, kami sampai di pelukan-Mu.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

