Firman Tuhan tidak jauh dari kami.
Tertulis di hati kami, disampaikan lewat para nabi. Kini dinyatakan secara penuh dalam Putra-Nya,
gambar nyata dari kasih-Nya yang tidak kelihatan.
Hari ini Putra-Nya, Yesus ditanyai: “Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Namun alih-alih memberikan rumus, Ia membuka jalan: “jalan kasih.” Kasih yang memberi total, bukan hanya dengan kata, melainkan dengan tindakan. Kasih yang rela merendah dan bertindak. Kasih yang berani membayar harga. Kasih yang menjadikan orang asing sebagai sesama.
Dalam perumpamaan orang Samaria yang baik hati, Yesus menunjukkan inti penting: bukan hukum tanpa kasih, bukan kesucian tanpa kerahiman, melainkan belas kasih yang melintasi batas, menyembuhkan luka, dan mengembalikan martabat orang yang jatuh.
Sosok Samaria itu bukan tokoh biasa. Ia adalah gambaran dari Yesus sendiri, yang menemukan kami nyaris mati di tepian jalan dosa. Ia menuangkan minyak penyembuh dan anggur keselamatan, memikul kami dalam tubuh-Nya sendiri menuju ‘penginapan’ bernama Gereja, dan membayar lunas harga penebusan kami dengan darah-Nya.
Bapa, terlalu sering kami bertanya, “Siapakah sesamaku?” dengan harapan bisa membatasi kewajiban kami. Namun Yesus membalik pertanyaan itu: “Aku dapat jadi sesama bagi siapakah hari ini?”
Ia memanggil kami untuk tidak mengukur kasih dengan kenyamanan, tapi dengan belas kasih yang bergerak, tidak pasif menanti. Karena itu berilah kami mata yang peka untuk melihat mereka yang tertinggal, hati yang menyala oleh belas kasih, dan tangan yang rela melayani. Meski semua itu membutuhkan pengorbanan, melelahkan, dan menuntut kami menyeberang ke ‘sisi yang lain’.
Yesus Kristus telah menjadikan seluruh umat manusia sebagai sesama-Nya. Semoga kami hidup bukan lagi untuk diri sendiri,
melainkan sebagai pribadi bagi sesama dan bersama sesama,
mengantar yang terluka pada kerahiman-Mu, sampai hari Putra-Mu datang kembali dan menyatukan kami semua.
“Bapa yang Maha Rahim tambahkanlah iman kami agar kami tidak berlalu begitu saja, tetapi melangkah masuk dengan murah hati, sukacita, dan tanpa ragu sebagai murid sejati dari Yesus, Sang ‘Samaria Yang Baik’ Sejati.
Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

