“Go and do likewise” (Luk 10: 37).
Yesus telah menunjukkan cara, contoh, dan jalan untuk kita agar jadi orang yang baik. Hal ini tidak sulit, tapi juga tidak mudah. Sebab orang Samaria yang baik hati itu harus memiliki kepekaan yang tajam, berani berkorban, dan berpikir “out of the box.”
Lihat saja, cara orang menolong itu juga berbeda-beda. Ada orang yang menolong ala kadarnya, setengah hati, tapi juga ada orang yang menolong sampai tuntas. Karena didasari hati yang mengasihi.
Yang pasti setiap pertolongan yang diberikan dengan tulus itu meringankan orang yang ditolong, sehingga jadi berkat dari suatu perbuatan baik.
Suatu kali akan gantian posisinya: orang yang sekarang ini menolong, suatu saat akan gantian ditolong. Sedang orang yang ditolong itu suatu saat ganti menolong. Karena
tolong menolong itu anugerah indah dari Tuhan.
Siapa yang hendak kita tolong hari ini?
Tuhan telah menunjukkan cara, contoh, dan jalannya. Orang yang akan ditolong itu tidak jauh dari kita.
Tinggal dilihat agar kita makin peka dan peduli pada mereka yang lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (LKTD) itu.
Menolong sesama itu tidak harus menunggu, tapi spontanitas. Karena hati yang tergerak dari rasa peduli, empati, dan berbela rasa untuk berbagi.
Semoga kisah orang Samaria yang baik hati dan melegenda itu menginspirasi kita untuk dihidupi dalam keseharian hidup kita. Amin.
Rm. Petrus Santoso SCJ

