Simply da Flores
1.
Angin kencang berhembus dari Barat
Lintasi bukit Barisan dan selat Malaka
membawa kabar ombak gelombang harapan
memikul kabut asap nestapa
Tentang tertangkapnya penyelundupan narkoba
Tentang problema di wilayah Natuna
Tentang lintasan tenaga kerja ilegal
Tentang hutan untuk perkebunan dan tambang
Tentang penggusuran masyarakat dan ratap tangis anak sekolah
Tentang batas wilayah dan pulau bermasalah
Dan
semua terkait kebijakan pembangunan daerah dan nasional
Tentang penegakkan hukum dan tumpang tindih aturan
Tentang saling melemparkan tanggung jawab dan kewenangan
Tentang retorika para politisi dan pemilik modal
Tentang pejabat yang korupsi
Kata-kata jawaban saling berpetang
Entah kepada siapa kami rakyat kecil akan mendapat jawaban solusi yang benar dan adil
2.
Ada pijar cahaya surya
melintas dari arah Timur
melewati sabuk lintas Kathulistiwa
merekam ratapan anak negeri
Kami butuh buku dan guru
bukan tembakan peluru dan parade pasukan
Kami bukan komplotan pemberontak
tetapi rakyat pewaris tanah leluhur
yang membutuhkan perlindungan dan keadilan
Ada ribuan hektar hutan dibabat
dengan alasan pembangunan nasional
Apakah kami bukan warga NKRI
Ada sumber daya alam ditambang
tetapi alam lingkungan rusak dan kami pewaris tergusur
Ada keluarga tercerai berai mengungsi
karena situasi tidak aman untuk hidup dan berladang
Banyak yang menderita dan bungkam nestapa
tak tahu harus mengadu ke mana
Kegiatan tambang semakin marak
kami merana dan terusir dari tanah warisan leluhur
Inikah kemerdekaan dan wajah Negara Pancasila?
3.
Gunung api marah semburkan lahar dan debu
menggugat kebijakan proyek geothermal
Hujan deras mengguyur dan banjir longsor melanda
di daerah yang gundul demi perkebunan dan tambang
juga di wilayah pengembangan pemukiman modern
Kami rakyat sederhana lara menderita kebingungan
Cuaca dan musim makin tak menentu
seperti nasib kami warga sederhana
Senadung suka derita abu-abu dan hitam
Banyak pekerja di-PHK dan yang baru tamat sekolah susah mencari pekerjaan
Harga bahan pokok sering berubah
karena aneka macam alasan
sedangkan daya beli makin getir mencekik
Beragam informasi sosmed beredar
belum tentu sejalan dengan fakta pengalaman
Sampai kapan balada nestapa ini berakhir
Tak jelas warna syair ratapan dan jawaban solusi keadilan?
4.
Tanah air ini tidak sedang baik-baik saja
ratapan merah biru abu-abu terus menjelma
Negara ini tidak sedang aman damai sejahtera
karena lara derita rakyat mencekik
menyebar dari kota hingga desa dan dusun udik
Penegakkan hukum belum berwibawa
hadapi korupsi yang merajalela
bahkan dibanggakan para pelakunya
Warna irama politik merah biru coklat putih tak menentu
Negeri ini seperti panggung sandiwara
aneka peran dimainkan para aktor
para sutradara terus berpesta pora
Dan
lara derita nestapa rakyat bungkam
dibius aneka gambar dan banjir kata di sosmed
Apakah ini yang diingatkan para pemimpin bangsa
“Melawan Penjajah asing sungguh tak mudah
Tetapi jauh lebih sulit lagi melawan para penjajah dari bangsa kita sendiri”
Benarkah demikian adanya?
Apakah ini fakta hadirnya zaman edan
Lalu, kapan datang pemimpin bijaksana dan Ratu Adil?

