“Mengajari anak berkreasi dengan ceria agar mereka percaya diri dan mandiri untuk menyongsong masa depannya dengan optimis.” –Mas Redjo
Melihat anak-anak bermain TikTok dan bergoyang ceria itu membuat hati ini terhibur. Apakah anak-anak akan saya didik sebagai generasi TikTok juga?
Jika kita tidak mengikuti zaman pasti ketinggalan. ‘Cheugy’, istilah gen Z. Selain tentu, ‘outdated’, kuno, jadul… sedang sekadar mengikuti zaman tanpa berkreasi ke depan itu bakal ditinggalkan juga. Lalu?
Perubahan itu abadi. Sadar hal itu, saya ingin mendidik anak untuk jadi pribadi pejuang yang tangguh dan mudah beradaptasi agar mereka tahan uji dan makin dewasa.
Bersyukur, ketika kecil saya diajari Ibu berkreasi dengan barang bekas, seperti membuat motor-motoran dari koran, mobil-mobilan dari kardus maupun botol, dan banyak lagi. Jika saya mengajarkan hal itu, apakah anak akan tertarik, karena mainan zaman now itu lebih bagus dan keren?
Saya mengajak anak untuk terlibat aktif membantu membuat mainan itu dengan iming-iming hadiah agar tercipta suasana gembira dalam bekerja.
Saya membuat motor fukuda. Motor dari kertas koran dan baknya dari stik es cream. Lalu motor mainan itu saya semprot vernis dan diberi lampu berbaterai agar menyala. Begitu pula rumah-rumahan dari kardus dibuat ditail agar menarik. Sehingga mainan itu makin oke dan keren untuk dipajang sebagai hiasan!
Anak jadi model mainan saya untuk dipajang di medsos. Sedang uang hasil dari penjualan mainan itu saya gunakan untuk mengenalkan anak ke sentra industri mainan, sekaligus mengedukasi mereka agar mereka makin kreatif.
Dengan disiplin mengedukasi anak dan terus menerus mengasah kreativitas serta keterampilannya, saya percaya, ainul yakin, bahwa kelak mereka akan jadi pejuang yang tangguh dan kreatif untuk menjawab tantangan masa depan.
Mas Redjo

