“Tidak ada luka yang tak sanggup disentuh oleh kasih dan janji Allah.”
Bapa yang Mahakasih, Engkau tidak pernah melupakan perjanjian kasih-Mu, bahkan saat kami gemetar dalam ketakutan dan penuh prasangka. Seperti saudara-saudara Yusuf yang diliputi rasa bersalah, kami sering sulit percaya, bahwa kasih-Mu bisa sungguh mengampuni dan menebus kekelaman dalam diri kami.
Namun Yusuf berkata, “Jangan takut. Kamu memang merencanakan yang jahat terhadapku, tapi Allah mengubahnya jadi kebaikan.” Hari ini kami belajar, bahwa Engkau tetap bekerja, bahkan melalui luka dan pengkhianatan, demi menyelamatkan banyak orang.
Yesus Putra-Mu mengingatkan kami: jika Dia saja disebut Beelzebul, maka kami sebagai murid tidak luput dari penolakan. Tapi kami tidak perlu gentar. Karena yang Engkau bisikkan dalam keheningan akan kami nyatakan di terang. Yang kami dengar di ruang doa, akan kami serukan dari atap rumah.
Ajar kami hanya takut kepada-Mu, bukan pada kehilangan dan pada kematian. Karena Engkau adalah Allah yang menghitung setiap helai rambut kami, dan tak seekor burung pun jatuh tanpa seizin-Mu. Engkau mengenal kami lebih dari yang kami pahami tentang diri sendiri.
Tuhan, di tengah dunia yang suka membungkus kebusukan dengan kemasan manis, mampukan kami jadi saksi kebenaran-Mu. Bangkitkan dalam hati kami keberanian untuk mengasihi dan mengampuni seperti Yusuf, serta keteguhan untuk bersaksi seperti murid-murid Kristus.
Utuslah kami dengan kasih dan kebijaksanaan untuk memberitakan kemurahan-Mu, sebab Engkaulah Allah kami, Tuhan atas seluruh bumi, setia dari generasi ke generasi. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

