Simply da Flores
1.
Pada zaman dahulu kala
semua tercipta dengan hukum semesta
Dalam lagu relasi harmoni
dengan nada irama berseri
dengan syair penuh makna arti
dengan melodi mengalun warna warni
Untuk menopang kehidupan segenap insani
sebagai makhluk citra Ilahi
dengan jiwa raga merangkul pribadi
Seluruh semesta adalah Tarian Sang Penari Maha Suci
2.
Kemarin…
Pepohonan hijau merajut hutan rimba
Semak belukar aneka tumbuhan melata
Panorama kehidupan serangga dan margasatwa
Mata air memancar sungai mengalir
Semua ada dan berjalan lestari
sesekali ada jejak manusia menghampiri
Dinamika alam jagat raya terjadi
bersemi dan berubah mengikuti hukum kodrati
Penuh harmoni dan damai
terjadi penuh pesona indah berseri
3.
Hari ini telah berganti
ketika manusia meledak berpopulasi
berkembang biak memenuhi bumi
Maka
deretan problema bersemi setiap hari
Alam lingkungan terus dieksploitasi
untuk memenuhi aneka kebutuhan dan gengsi
untuk menumpuk harta kekayaan abadi
dengan aneka ilmu dan teknologi
hasil kreasi nalar dan inovasi ambisi
Manusia semakin serakah dan lupa diri
4.
Hutan dibabat dan digunduli
untuk pemukiman dan industri
Bumi dikorek dan dikuras isinya
untuk tambang dan berbagai sarana produksi
Tak peduli semua bencana yang terjadi
Tak digubris sesama yang menderita dan mati
Tak dihiraukan aneka sampah dan polusi
Yang justru dilakukan segelintir manusia
karena memiliki kursi kuasa
karena mempunyai kekuatan dana
karena menguasai aneka senjata
karena didukung iptek dan kelengkapan sarana
Yang kuat menang dan yang lemah kalah
5.
Kepentingan dan gengsi berkibar
segala cara dianggap benar
demi angka kakayaan dan keserakahan
dan kata bahasa dikemas sebagai tameng
Bahkan kejahatan terus diagungkan
sebagai kebenaran dan kebanggaan
fakta tindakan berbeda dari bahasa indah
Alam lingkungan adalah hanya obyek belaka
Akal pikiran jadi alat stategis
untuk puaskan segala selera
untuk meraih gengsi keserakahan
Diri dan kelompoknya adalah penguasa
Tuhan atas sesama manusia
Tuan Pemilik atas alam lingkungan

