“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; akan selamat” (Mat 10: 22).
Ayat ini mengingatkan kita akan panggilan kita sebagai orang Kristen untuk selalu mewartakan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat manusia. Yesus yang selalu mengasihi, mencintai, mengampuni orang berdosa, dan mewartakan kebenaran. Namun, Tuhan juga mengingatkan kita akan tantangan yang kita hadapi, ketika jadi pengikut Tuhan, yakni dibenci semua orang. Dalam hal ini, Tuhan meminta kita untuk setia, karena Tuhan akan menyediakan rahmat-rahmat-Nya untuk kita.
Secara kodrati, kita pasti ingin diakui, dihargai, dan diterima. Ditolak dan dibenci itu bukanlah sesuatu yang kita harapkan. Melainkan kita harus melalui dan menerimanya. Dengan kekuatan sendiri, memang kita tidak mampu untuk bertahan. Tapi dengan merendahkan hati di hadapan Tuhan dan senantiasa mengandalkan-Nya, rahmat Tuhan akan memampukan kita.
Ketika menjalaninya mungkin akan terasa berat dan sulit, tapi percayalah pada janji Tuhan, bahwa setiap orang yang bertahan sampai akhir akan beroleh keselamatan.
Marilah kita senantiasa mengarahkan pandangan pada tujuan akhir hidup kita, yakni bersatu dengan Tuhan dalam keabadian.
Sr. Gretha, P. Karm
Jumat, 11 Juli 2025
Kej 46: 1-7.28-30 Mzm 37: 3-4.18-19.27-28.39-40; Mat 10: 16-23
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

