Simply da Flores
1.
Kata dan angka selalu kembali hadir
kisah kejadian nyata terukir
Ada ucapan tentang hak asasi
Ada perkataan tentang intoleransi
Ada yang menyebut salah persepsi
Ada relasi tidak harmoni
Ada iri dengki kekerasan dan caci maki
Tetapi…
debu tanah jadi saksi pasti
Angin udara merekam fakta yang terjadi
Keputusan kata dan tindakan pribadi
Reaksi dan peran sesama insani
Dinamika kehidupan warna-warni
Silih berganti ada dan terjadi
yang menggugat makna jati diri insani
Apa dan siapa kita ini
bagi sesama saudara insani
Harus kita terus menipu diri sendiri
Apakah masih bermakna Proklamasi NKRI ?
2.
Hak asasi manusia hanya kata
hakikatnya adalah harkat makna jiwa raga
Tetapi
karena perbedaan pengetahuan antara kita
karena tak sama adat budaya
karena berlainan kepercayaan dan agama
karena sering lupa kewajiban asasi
karena hanya benarkan kepentingan diri
karena sering sulitnya berkomunikasi
Maka
bisa terjadi kasus intoleransi
bisa ada korban dibuli dan dipersekusi
bisa kejahatan dipilih dan dibenarkan
terus dibanggakan penindasan dan korupsi
masih berlanjut lara nestapa dan banyak rakyat mati
Karena harus dimenangkan kepentingan yang berkuasa
Entah sampai kapan sirna?
3.
Catatan sejarah kehidupan manusia
entah dalam sebuah keluarga
entah di setiap komunitas adat budaya
entah dalam setiap bangsa negara
entah di seluruh penjuru dunia
Semua kita terlahir dalam perbedaan
Semua hadir dalam keterbatasan
Semesta takdirkan untuk saling melengkapi
dengan saling mengakui dan mengasihi
Bukan untuk iri dengki dan memusuhi
Bukan untuk intoleransi dan saling membasmi
Entah apa pun alasan yang diyakini
karena kita semua rohani jasmani
karena itulah takdir dari Sang Ilahi
Jika kita masih menghargai hidup ini
Jika kita dambakan damai dan harmoni
4.
Di tanah air tercinta ini
setiap hari terus ada dan terjadi
Beragam bentuk rindu damba hak asasi
Beragam upaya mengatur kewajiban asasi
Namun…
mengapa aneka kejahatan terus terjadi
Mengapa hukum adat, nilai budaya tak berdaya
Mengapa hukum agama dan hukum negara belum berwibawa
Apakah lebih sakti kata tanpa fakta
Apakah lebih berkuasa angka-angka
Siapakah kita pewaris bangsa dan negara Pancasila
Di mana para pemimpin dan panutan kita?
Deretan pertanyaan dan fakta
sering menggugat harkat martabat
Namun
kata dan angka lebih berkuasa ciptakan fakta
yang lahirkan aneka problema
5.
Syair hak asasi manusia
akan sempurna jika ada kewajiban asasi
Hak asasi hanya terjamin
jika kewajiban asasi dihormati
Entah dalam hukum adat budaya
Entah dalam hukum agama
Entah dalam hukum negara
Karena
harkat martabat kita semua sama
Kita sesama saudara manusia
terlahir dalam perbedaan dan keterbatasan
Untuk saling menghormati dan melengkapi
dengan kasih sayang persaudaraan
sebagai “sesama manusia”
Kita satu udara yang sama
Kita satu darah yang sama
Kita sama terbatas tak sempurna
Kita memiliki jiwa dan raga
Kita berasal dari tanya yang sama
Kita pasti mati dan pulang ke tanah dan udara
Masih adakah kasih sayang
sebagai sesama saudara manusia?

