“Pelajari dan pahami seksama bidang usaha yang hendak ditekuni agar tidak terperosok dan menyesal belakangan.” -Mas Redjo
Jujur, saya sungguh tidak tergiur, ketika ditawari teman, investasi dengan keuntungan yang fantastis. Apalagi tanpa ikut bekerja rezeki itu datang sendiri.
Realistis! Hal itu yang saya pelajari untuk menggunakan logika agar saya tidak mudah tergoda rayuan, karena sungkan pertemanan ala ‘kupu-kupu’. Bersikap baik, tatkala ada maunya.
Saya telah banyak melihat bukti dan kerugian besar dari teman atau tetangga yang dibuai untung, tapi faktanya buntung. Bahkan berujung derita, karena dililit hutang.
Coba dipelajari, dipahami, dan dikroscek ulang dengan seksama, ketika ditawari investasi. Tujuannya agar kita tidak terjerumus ke proyek abal abal, fiktif, atau investasi bodong.
Prinsip saya dalam berinvestasi itu sederhana. Ketimbang mempercayakan uang itu pada suatu instansi atau teman, lebih baik dikelola sendiri.
Caranya, dengan mempelajari dan memahami bidang usaha yang diminati itu secara seksama, serta langkah antisipasinya, ketika kita menemui kendala atau masalah. Kita juga dapat bertanya pada ahlinya, karena umumnya orang yang sukses itu tidak pelit untuk membagikan ilmunya.
Selain itu kita juga dapat belajar ilmu dan trik-trik kewirausahaan lewat internet. Sulit? Tidak, asal berhati-hati dalam berinvestasi agar kita tidak salah langkah. Prioritas utama dan penting dalam bereirausaha adalah fondasi usaha itu harus dikuati lebih dulu, agar kokoh dan mantap.
Untuk mencapai sukses dalam berwirausaha itu tidak ada yang diperoleh secara mudah dan instan. Tapi dengan rumus ‘tekun-teken-tekan’, rezeki itu bakal mengikuti pejuang yang sabar, ulet, dan pantang menyerah.
Bijak berinvestasi, jadilah pemenang!
Mas Redjo

