*Tanpa kerendahan hati dan rahmat Tuhan, kita tidak bisa melihat kesalahan sendiri.” -Mas Redjo
Gagal itu sukses yang tertunda. Karena gagal, kita menurunkan target. Kita juga mempunyai sederet alasan panjang untuk mencari pembenaran diri.
Mengapa kita gagal? Karena kita tidak mempunyai rencana dan fokus untuk mewujudkan atau mencapai target tujuan itu dengan seksama dan benar!
Saya juga tidak sependapat, bahwa gagal itu sukses yang tertunda. Apalagi, karena gagal mencapai target berarti kita dibenarkan untuk menurun target itu.
Ketika gagal untuk mencapai target penjualan bulanan, saya berefleksi diri. Saya tidak menyalahkan orang lain atau situasi ekonomi yang lesu. Tapi seberapa komitmen saya untuk tetap fokus mewujudkan rencana penjualan.
Dengan refleksi diri, saya berusaha menemukan akar permasalahan dan memperbaiki kesalahan dan kekurangan saya agar target penjualan itu terwujud.
Saya juga tidak mentolerir hasil pencapaian itu, karena ekonomi yang lesu dan krisis pembeli.
Sebaliknya, karena terjadi krisis ekonomi dan krisis pembeli itu saya dipacu untuk mencari solusinya. Saya ditantang tidak untuk mudah menyerah dengan keadaan, tapi dipacu guna mencari terobosan dan mengantisipasinya. Saya harus makin gigih untuk berjuang untuk jadi pemenangnya!
Selalu refleksi diri untuk rendah hati, saya mewujudkan rencana harian itu dengan fokus, dan mohon berkat Tuhan agar mukjizat-Nya jadi nyata.
Niat ingsun!
Mas Redjo

