Kita mudah mengagumi orang, dan sering lupa mengagumi Tuhan Yesus. Itu namanya salah alamat. Kita boleh mengagumi seseorang, tapi jangan terlalu berlebihan.
Kita mudah memuji orang, dan sering lupa memuji Tuhan Yesus. Itu salah alamat. Kita boleh memuji seseorang, karena kelebihan yang dimiliki, tapi jangan berlebihan memujinya.
Kita mudah terpesona dengan orang, dan sering lupa terpesona dengan Tuhan Yesus. Itu salah alamat. Masuk akal, jika kita terpesona dengan seseorang, tapi jangan berlebihan.
Padahal, Tuhan Yesus sudah terbukti setia, sedangkan orang itu belum pasti.
Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan tentang popularitas, tapi bagaimana dengan rendah hati melayani.
Mari kita mengagumi, memuji dan terpesona dengan Tuhan Yesus yang terbukti setia, bukan orang yang belum terbukti kesetiaannya. Kadang-kadang kita jadi kecewa, setelah tahu yang sebenarnya. Beda sekali, ketika makin mengenal Tuhan Yesus, cinta kita kepada-Nya makin mendalam. Kita mencintai Tuhan Yesus, dipastikan tidak salah alamat.
Jangan salah alamat, ya!
Rm. Petrus Santoso SCJ

