Simply da Flores
1.
Ketika Langit Bicara
Gemuruh guntur angkasa menderu
menjawab iri dengki dendam galau
Entah apa alasan yang memburu
bersemi emosi geram membiru
Sering suara petir menghardik
keserakahan selera ganas mencekik
rintihan lara nestapa orang kecil
Karena segelintir sosok egois tengil
Dalam guyuran air mata angkasa
langit kehabisan suara dan kata
tumpahkan semua amanat dan mantra
agar manusia sadari jiwa raga
2.
Ketika Langit Bernyanyi
Bersama irama musik angin
aneka lagu mampu dilantunkan
beragam syair terus dikumandangkan
Langit bernyanyi abadi
bagi hati sanubari segenap insani
Sebenarnya langit penyanyi alami
tak pernah bersekolah seni
hanya bermodalkan energi intuisi
tak pernah belajar olah vokal
tetapi penampilannya sungguh profesional
3.
Ketika Langit Menulis Sajak
Kuambil purnama sematkan pada wajahmu
Kupetik bintang dan planet
mengihiasi seluruh tubuhmu
agar elok pikiranmu manusia
Kupintal sinar mentari pada matamu
Kutenun cahaya surya di hati nuranimu
Kubawa samudra dalam pikiranmu
agar rohanimu kaya dan terang berwibawa
Keindahan flora dan fauna kuhiasi dirimu
Angin terus menghembus jiwa ragamu
Keindahan alam lingkungan mendandani pribadimu
Engkau manusia miniatur semesta
bukan penguasa dan perusak jagat raya
4.
Ketika Langit Melukis
Warna cahaya mentari dicampurkan
Kanvas awan dibentangkan
Aneka sosok lukisan menjelma
Ada wajah suka duka manusia
Ada gelora ombak samudra
Ada kisah galau hamparan pasir
Ada ceria margasatwa dan sabana
Ada kelana irama musim
Ada sosok ajaib penghuni planet
Saing malam selalu ada
langit melukis aneka makna
Entah sempat dipeduli manusia
atau apatis dan tak percaya
5.
Ketika Langit Menari
Ada arena pameran dan panggung seni
segenap isi angkasa hadir beraksi
Beragam atraksi ditampilkan asri
dambakan hadirnya segenap insani
meraih makna dan arti sejati
Ada pentas tarian istimewa
bukan saja di bumi tetapi di angkasa
Langit beraksi ajaib dan misteri
tarian agung kasih Ilahi
tarian misteri cinta abadi
Semua dipentaskan siang malam
agar manusia sadar dan paham

