“Membudayakan hal-hal baik dan positif agar kita memanen buah cinta kasih di masa tua.” -Mas Redjo
Bagi saya pribadi, hal-hal baik dan positif itu tidak cukup sekadar dibudayakan, tapi harus dihidupi agar lestari.
Saya termotivasi dan terinspirasi dari kisah orang sukses, jika ingin berhasil, hidup mapan dan sejahtera, saya harus bekerja keras.
Coba lihat budaya kerja di China yang menerapkan rumus ‘996’, artinya bekerja mulai dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam dilakukan dalam 6 hari seminggu!
Pertanyaannya, “Apakah kita kuat dan sanggup melakukan itu?”
Selain budaya bekerja keras, saya juga membudayakan kebiasaan menabung pada anak. Tujuannya agar anak belajar hidup berhemat, jika ingin membeli suatu barang. Intinya untuk memperoleh barang itu tidak mudah, apalagi secara instan. Tapi dibutuhkan usaha dan perjuangan. Ketika anak dimanja kemudahan dan fasilitas, “Apakah mereka mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab?”
Tidak sekadar budaya kerja dan berhemat, saya juga mengajari dan menghidupi budaya peduli, empati, dan berbelarasa untuk berbagi, baik pada keluarga dan sesama. Tujuan saya agar anak tidak tumbuh jadi pribadi yang mementingkan diri sendiri dan egois, tapi pribadi yang mengasihi sesama dan guyup rukun.
Dengan menghidupi hal-hal baik dan positif dalam keluarga, saya percaya dan mengimani, bahwa budaya kasih itu bakal bertumbuh indah di hati kami dan lestari.
Mas Redjo

