“Sejatinya, peristiwa yang terjadi di dunia ini untuk mengingatkan agar kita bahagia.” -Mas Redjo
Tidak ada peristiwa yang terjadi dan dialami itu secara ‘ndilalah’ atau kebetulan, tapi semua itu ketetapan Tuhan untuk menyatakan kasih-Nya kepada kita.
Adalah hal yang memprihatinkan, jika kita menanggapi suatu kejadian atau peristiwa itu secara negatif, buruk, atau reaksi yang berlebihan, karena didasari sikap iri hati dan benci.
Coba bersikap tenang dan berpikir jernih. Mengapa hal itu terjadi? Mengapa kita harus melihat dan membaca status atau berita itu di sosmed?
Sejatinya semua peristiwa itu untuk mengingatkan kita agar digunakan sebagai refleksi diri, dan perubahan hidup ke arah yang baik dan benar.
Ketika melihat peristiwa buruk di suatu media atau sosmed, kita tidak harus reaktif untuk menanggapi atau langsung menyebarkannya. Tapi untuk dicermati dengan rendah hati dan bijaksana. Apa manfaat dan keuntungannya untuk diri sendiri dan orang lain? Baik itu peristiwa suka-duka, pahit-getir, ketidak-adilan, ketimpangan, dan seterusnya.
Dengan berefleksi diri, kita berpikir jernih agar makin rendah hati dan bijaksana. Untuk memilih memilah dan meneruskan hal-hal baik dan positif agar bermanfaat bagi banyak orang.
Jika kita ingin menanggapi suatu berita ketidak-adilan, kepincangan di masyarakat, intoleransi, dan hal negatif yang tidak berkenan di hati. Kita tidak harus konfrontatif untuk membalas atau menyerang secara membabi buta dan vulgar. Tapi didasari kerendahan hati dan untuk mendoakannya. Menulis secara obyektif dan berimbang. Kita menulis itu tidak harus menyerang, menjelek-jelekkan, menghakimi, menyebar kebencian, dan permusuhan. Tapi kita menulis itu untuk mencerahkan hati dan menginspirasi.
Disadari dan diakui, atau tidak. Sejatinya kualitas hidup kita itu juga tercermin dari komentar dan materi tulisan kita yang mau dibagikan ke publik.
Kita menulis dan berperilaku baik itu tidak untuk mencari pujian, menyenangkan orang lain, atau memuaskan ego pribadi, tapi yang utama untuk membahagiakan jiwa!
…
Mas Redjo

