Hidup ini indah, mengapa dibuat jadi tidak indah? Karena kelakuan kita yang tidak bijaksana, baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain.
Mata ini untuk melihat yang indah, mengapa digunakan untuk melihat yang tidak indah? Melihat hal-hal yang tidak indah, karena mudah tergoda oleh bujuk rayu si Jahat.
Untuk bisa melihat yang indah itu dibutuhkan ketajaman dan waktu. Gunakan daya rasa, maksimalkan daya pikir, dan terang Roh Kudus di hati untuk menuntun hidup kita.
Untuk bisa melihat yang indah itu juga dibutuhkan penerimaan dan cinta. Menerima, karena anugerah hidup yang diberikan. Mencintai, karena telah banyak dicintai.
Jika dunia ini begitu indah, sudah dapat dipastikan sejarah hidup kita bakal sangat indah. Keteladanan hidup nan indah, kesaksian dari mereka yang mengenal kita begitu indah, pendahuluan dan isinya yang indah. Juga hendaknya ditutup dengan kisah yang indah di halaman terakhir. Sehingga hanya kenangan indah yang ditinggalkan.
Karena itu sejak kita bangun tidur dan mengisi hari ini, lihatlah yang indah-indah. Seperti pagi ini, kita merenungkan tentang hati Bunda Maria yang indah. Dia menjaga hatinya dan menyimpan di hatinya hal-hal yang indah.
Tugaskan hati untuk memerintah mata ini supaya melihat yang indah saja. Ketika melihat hal-hal yang tidak indah, kita mencari sampai ketemu sisi yang indah. Karena pada dasarnya hidup ini memang indah. Bagi yang mensyukurinya, kita langsung berani berkata, “Hidup ini sungguh terlalu indah!”
Rm. Petrus Santoso SCJ

