“Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret. Ia tetap hidup dalam asuhan mereka, dan Ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya” (Luk 4: 51).
Kemarin kita merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus, hari ini kita memperingati Hati Santa Perawan Maria Yang Tak Bernoda. Bukanlah sebuah kebetulan, jika kedua perayaan tersebut diagendakan berdekatan; Gereja ingin menunjukkan, bahwa Yesus yang memiliki hati yang maha kudus terlahir dari Bunda Maria yang memiliki hati tak bernoda.
Bunda Maria dilahirkan tanpa noda dosa dan selama hidupnya terus menjaga kesuciannya. Walapun Bunda Maria tidak berdosa, bukan berarti ia lepas dari godaan dan penderitaan. Penderitaannya datang silih berganti, namun ia tetap percaya kepada Tuhan, bahkan ketika harus berdiri di kaki salib Puteranya (bdk. Yoh 19: 25).
Kemegahan Bunda Maria bukanlah dari wajahnya yang cantik rupawan ataupun memiliki fisik yang sempurna, melainkan dari hati Bunda Maria yang benar-benar tulus tiada tara dan senantiasa dipenuhi oleh rahmat Allah.
Di tahun Yubelium ini, kita diajak memiliki pengharapan dalam perziarahan; perziarahan bersama keluarga / komunitas, berjalan tidak sendirian untuk mencapai tujuan akhir yang sama.
Mari kita senantiasa meneladan Bunda Maria yang menjalani kehidupannya dengan penuh pengharapan kepada Allah.
…
Veronika
Sabtu, 28 Juni 2025
Pw Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria
Yes 61: 9-11 MT 1 Sam 2: 4-8 Luk 2: 41-51
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

