Luk 15: 3-7
“Hati yang lemah lembut dapat merasakan yang tidak dirasakan oleh orang lain, sehingga selalu terdorong oleh cinta yang sejati mampu melakukan yang orang lain enggan untuk dilakukan. Itulah pengorbanan, faktor yang tidak dimiliki oleh mereka yang hanya mampu memberikan motion cinta tanpa makna dan untaian kata-kata cinta tanpa arti.”
Hati Yesus yang lembut bisa mendorong-Nya mencari yang hilang, menghibur yang bersedih, menemani yang kesepian, dan menciptakan sukacita dalam semua situasi seperti yang terlukis dalam Injil pagi ini: “Demikian juga akan ada sukacita di Surga, karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita, karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (ayat 7).
Karena itu, inilah yang harus kita lakukan;
- Jadikanlah hatimu sebagai pusat segala kebaikan yang akan terekspresi melalui pikiran, perasaan, kata-kata dan tindakanmu setiap saat;
- Jangan izinkan hatimu jadi sumber pikiran dan rencana jahat;
- Lembutkanlah hatimu dalam berbagai situasi, sehingga mampu merasakan derita, sakit, dan kecemasan sesamamu.
Marilah berdoa: “Tuhan jadikanlah hatiku lembut seperti hati-Mu, sehingga selalu didorong oleh belas kasihan bisa menerima
diri ini dan sesama.”
Monsignor RD Inno Ngutra

