“Jangan menyalahkan orang lain. Sejatinya masalah itu timbul dari perbuatan kita sendiri.” -Mas Redjo
Lebih baik bersikap tenang, berpikir jernih, dan diakui dengan jujur serta rendah hati. Semua peristiwa itu terjadi, karena kita alpa, teledor, dan sombong.
Karena itu saya memilih diam, tidak bereaksi atau menanggapi, ketika saya dituduh lemah, lembek, bodoh, dan seterusnya.
Dengan bersikap tenang, saya dapat berpikir jernih untuk tidak mudah reaktif dan menyalahkan orang lain. Tapi mengambil hikmah dari setiap peristiwa itu.
Ketika orang kepercayaan saya menggelapkan tagihan pelanggan, karena saya kurang kontrol. Tidak langsung kroscek menelepon ke pelanggan. Saya tidak enak hati, sebab istri pelanggan itu sedang opname di RS. Ternyata uang nota itu dititipkan ke adiknya, dan diterima orang saya yang berani memalsukan nota kosong yang dicuri dari toko.
Akibat perilaku yang tidak jujur, menyalahgunakan kepercayaan, dan bermain uang itu akhirnya dia kehilangan pekerjaan. Lebih tragis lagi, ketika di tempatnya bekerja yang baru itu dia juga mencuri, sehingga berurusan dengan aparat, dan berakhir dipenjara.
Begitu pula saat meningkatkan omset penjualan, banyak uang saya yang nyangkut di pelanggan. Meski mempunyai aset, sebagian besar pelanggan saya tidak mempunyai niat mencicil atau membayar. Saya rugi, tapi saya belajar menggambil hikmahnya untuk hati-hati agar hal itu tidak terulang lagi.
Prinsip saya dalam mengambil hikmah dari setiap peristiwa adalah dengan “berpikir, berprasangka, berkata, dan berbuat baik agar segala kebaikan itu mendatangi saya.”
Saya melepas ikhlas pelanggan yang berhutang dan perlakuan buruk sesama dengan memaafkan dan mendoakan mereka agar hati ini jadi tenang, tentram, dan damai.
Selalu bersyukur untuk mensyukuri anugerah Tuhan, karena hidup ini adalah saluran berkat Tuhan agar kita saling mengasihi dan bahagia.
Mas Redjo

