Simply da Flores
1.
Ada yang pernah membuat syair dan lagu
karena memang mengalami fakta
“Lenggang lenggok Jakarta”
Bahwa
gemerlap metropolitan memang menggoda
Bisa membuat orang jadi lupa
akan apa dan siapa dirinya
akan seperti apa kemampuannya
akan ada jarak antara selera dan fakta
Jakarta mampu siapkan Surga dan Neraka
Setiap pribadi membuat pilihannya
2.
Warga asli Betawi banyak merana
tergusur dari kampung halamannya
Ada begitu banyak alasannya
entah soal dari dalam dirinya
entah dari pihak yang datang merantau
entah dari dinamika zaman baru
Namun
sejarah mencatat kisah cerita
nasib masyarakat pewaris Betawi
banyak yang tersingkir dan pergi
ada yang merana lara sunyi
Di bawah gemerlap gedung tinggi
dan silau lampu kota warna-warni
ada lenggang lenggok Jakarta
3.
Ketika mendengarkan lagu itu
yang dipopulerkan Andi Meriam Matalata
Lebih banyak orang menikmati indah lagunya
Namun
sedikit yang peduli makna syairnya
Apalagi…
dengan fakta di emperan toko
dengan pengemis, penganggur dan gelandangan
dengan pengamen di lampu merah
dengan pemulung yang hidup di kolong jembatan
Mungkin inilah gaya lenggang lenggok sosial
“Dunia ini panggung sandiwara
setiap orang ada perannya”
4.
Zaman berdinamika menulis peradaban
Fakta kisah cerita menulis buku kehidupan
Semua mempunyai alasan keputusan
masalah terus datang pergi
tantangan tak pernah surut
Bahkan
banyak kali masalah diatasi dengan tercipta masalah baru
Yang kuat berkuasa dan kaya raya
Yang lemah merana tak berdaya
Kisah cerita terus terjadi dan ada
selama roda waktu bersastra

