Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jadilah seperti elang rajawali yang berani sendirian terbang tinggi.”
(Suara dari Sang Kebijaksanaan Sejati)
Kobaran Api Pekikan Soekarno
“Wahai para pemuda Indonesia, kamu harus jadi seperti elang rajawali yang berani terbang tinggi, walaupun hanya seorang diri,” demikian sepenggal seruan pekikan berapi lewat pidatonya.
Demikian cita-cita luhur dari seorang pemimpin yang bervisi mulia dalam membakar spirit para kawula muda bangsa, agar mereka berani untuk bersikap dan bersikap berani. Selanjutnya, beliau tegas menandaskan!
“Sekaranglah saatnya, dan jika bukan sekarang, kapan lagi? Kamulah orang-orangnya, dan jika bukan kamu, maka siapa lagi?”
Pemimpin yang sanggup Menginspirasi dan Memotivasi
Jnspirasi dan motivasi adalah dua buah kata emas berupa spirit hidup bagi kaum muda kita agar mereka tergerak hatinya dan bergerak agar dapat maju.
Seorang pemimpin sejati itu laksana sang inspirator yang sangat diperlukan, agar ia memiliki kemampuan untuk menginspirasi lewat aneka cara. Antara lain, lewat kata-kata dan ucapannya yang sanggup menginspirasi kaum muda, sehingga mereka terinspirasi untuk memotivasi diri mereka. Selain lewat tuturan, namun juga lewat suri teladan handal, sehingga mampu menggairahkan kaum muda. ‘Verba movent, exempla trahunt’, demikian adagium berbahasa Latin.
Dunia Membutuhkan Suri Teladan
Bagaimana mungkin kaum muda kita dapat terinspirasi dan akhirnya sanggup untuk memotivasi diri, jika mereka tidak memiliki pengalaman dan wawasan berupa keteladanan hidup dari para pemimpin? Dari mana dan bagaimana caranya? Bukankah aspek keteladanan itu adalah sebentuk contoh konkret yang dapat mereka saksikan langsung lewat sebuah ruang publik?
Untuk itu, sudah sangat riil dan wajar, jika para pemimpin itu sendiri telah mampu memberikan suri teladan lewat cara hidup mereka. Jika tidak, harapan itu ibarat ‘membuang garam ke dalam laut,’ alias ‘pepes kosong.’
Pemimpin bersifat Personal dan Bukan Group
Pemimpin itu terdiri dari sesosok pribadi yang sangat berpengaruh bagi para pengikutnya. Ia adalah sesosok figur, karena keunggulannya ia layak jadi seorang pemimpin lewat berbagai cara serta sistem yang dianut dalam sebuah ruang publik.
Untuk itu, salah sebuah keunggulan yang mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin adalah sikap keberanian untuk bersikap dan bertindak dalam kepemimpinannya. Dalam seluruh sepak terjangnya, ia harus bersikap dewasa dan mandiri. Berani untuk bersikap dan bertindak lewat kepemimpinannya.
Itulah sikap kemandiriannya sebagai seorang pemimpin berdaulat yang tidak sekadar ikut arus besar. Namun berani untuk bersikap dan bertindak sendiri. Bukankah hal itu sebagai kakhasan dari seekor elang rajawali?
Sungguh, seorang pemimpin besar, justru terlahir dari rahim sebuah masyarakat yang berkarakter besar pula!
Wolotopo/Ende, 24 Juni 2025

