“Menumbuhkan kepedulian pada anak agar mereka memiliki dan bertanggung jawab terhadap hidup dan masa depannya.” -Mas Redjo
…
Tidak mengumbar anak, tapi kita peduli terhadap tumbuh kembang anak agar mereka optimis untuk menyongsong masa depan yang gemilang.
Pengalaman EJ yang mentor saya berbisnis itu, juga saya terapkan dalam membesarkan anak-anak.
EJ tidak otoriter. Sebagai orangtua tugasnya adalah mengarahkan, mengingatkan, dan mendoakan anak agar bertumbuh jadi pribadi jujur, mandiri, dan bertanggung jawab.
Karena peduli, EJ tidak membentuk anak sesuai keinginannya dan demi ambisi orangtua. Anak itu diarahkan sesuai dengan minat dan bakatnya agar mereka percaya diri, terampil, serta mandiri.
Ketika ada anak EJ minta dibelikan suatu mainan, ia tidak langsung membeli. Ia mengajari anak untuk menabung dulu agar mempunyai rasa memiliki pada barang itu. Ia tidak memberi kemudahan dan fasilitas agar anak tidak malas. Tapi makna perjuangan agar anak jadi tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab.
Begitu pula yang dilakukan EJ pada karyawannya di beberapa tempat usahanya. Untuk menumbuhkan rasa memiliki itu ia mengibaratkan, seandainya karyawan itu yang jadi bos dalam menghadapi karyawan yang malas, tidak disiplin, dan kerja asal-asalan yang penting digaji. Mereka menuntut hak-haknya, tapi melupakan kewajibannya. Apa yang dilakukan jika tempat bekerjanya itu sepi order, bangkrut, dan tutup?
Berbeda halnya, jika karyawan itu merasa memiliki perusahaan yang ibarat tambang untuk keluarga. Mereka bekerja dengan rajin, dedikadi, dan tanggung jawab. Jika perusahaan itu maju, gaji juga bakal mengikuti dan taraf hidup makin membaik.
Selalu menumbuhkan semangat kepedulian pada anak agar mereka tidak mensia-siakan hidupnya, tapi untuk diperjuangkan dan dimaknai sebagai ungkapan syukur pada Tuhan.
Hidup ini harus bermakna dan bahagia!
…
Mas Redjo

