Kelaparan dan kehausan yang paling besar saat ini adalah kelaparan dan kehausan secara rohani. Hal itu bisa dialami oleh siapa saja. Kita harus menimba kekuatan itu dari Yesus untuk menghilangkan rasa lapar dan haus rohani. Seperti halnya kita membutuhkan makanan dan minuman jasmani, supaya tidak lapar dan haus, demikianlah juga halnya kita membutuhkan makanan dan minuman rohani ini. Dengan memberikan ‘Tubuh dan Darah-Nya’ sendiri, Tuhan Yesus memenuhi kebutuhan kita.
Dalam surat Paulus kepada umat di Korintus, kita mendengar kata-kata yang diucapkan Yesus pada malam terakhir-Nya sebelum disalibkan. Yesus mengambil roti, memberkatinya, memecahkannya, dan memberikan kepada murid-murid-Nya, serta melakukan hal yang sama dengan cawan anggur. Dia mengajarkan kepada mereka, bahwa roti dan anggur itu adalah tubuh dan darah-Nya sendiri yang diberikan bagi keselamatan umat manusia. Yesus sendiri berkata, “Perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku! Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai la datang.”
Dalam Injil Lukas, kita mendengar tentang mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. la bahkan menyuruh para murid-Nya, “Kamu harus memberi mereka makan!” Yesus mengambil roti, memberkati, memecahkannya, dan memberikannya kepada para murid untuk dibagikan kepada orang-orang itu. Semua orang kenyang dan bahkan masih tersisa. Mukjizat ini mencerminkan perjamuan Ekaristi, di mana Kristus memberi kita makan dengan tubuh dan darah-Nya sendiri. Sebab itu, jangan pernah meninggalkan Ekaristi, sebab Ekaristi adalah sumber kekuatan rohani, kesegaran, dan persekutuan dengan Kristus.
“Ya Yesus, berilah kami kemampuan mengenang pengorbanan-Mu setiap kali menerima Ekaristi, sehingga kami menjadi saksi kasih-Mu bagi dunia ini. Amin.”
Ziarah Batin

