Betapa bahagianya Matius, seorang pemungut cukai yang dipanggil oleh Tuhan Yesus untuk mengikuti-Nya.
Sekarang betapa bahagianya saya dan kamu, karena juga telah dipanggil untuk jadi murid-Nya. Siapakah saya dan kamu ini, sehingga jadi murid-Nya?
Saya dan kamu banyak salah dan dosa. Tapi bagi Tuhan Yesus, sekali kita berani melangkah untuk mengikuti-Nya, maka Dia akan menuntun kita kepada hidup yang baru, persis seperti yang dialami oleh Matius.
Tidak hanya berhenti di situ, Tuhan Yesus juga telah memulihkan Matius. Dia duduk dan makan di rumah Matius.
Banyak orang yang mencibir, tapi Tuhan Yesus tersenyum. Ada nilai lain yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus, saat Dia makan di rumah Matius, yaitu “hospitality, inclusivity, generosity, and grace.” Nilai-nilai ini tidak dilihat oleh orang-orang yang suka mencibir itu. Tapi itu dilihat oleh Tuhan Yesus ada dalam diri Matius. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus memanggil Matius dan makan di rumahnya.
Oh, betapa bahagianya Matius!
Oh, betapa bahagianya aku dan kamu. Karena kita berharga di mata Tuhan. Amin.
Rm. Petrus Santoso SCJ

