“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat 6: 34).
Kekhawatiran dan rasa takut yang tidak beralasan itu sering kali membuat kita bingung. Kita takut tidak bahagia, takut kehilangan, takut dikecewakan (dalam hubungan/relasi), gagal, takut akan masa depan, dan berbagai kekhawatiran, kecemasan serta ketakutan lainnya. Apakah yang timbul dari kekhawatiran tentang masa yang akan datang, kecuali kesusahan? Ya, sekali lagi hanya kesusahan bagi diri sendiri. Kurang percaya dan tidak mau berserah pada penyelenggaraan Tuhan adalah salah satu alasan mendasar yang membuat hampir setiap orang diliputi oleh rasa takut dan khawatir yang tidak menentu.
Cobalah untuk melihat kehidupan burung-burung di udara, lalu bandingkan dengan kehidupan kita sendiri. Bukankah kita jauh lebih berharga daripada burung-burung itu? Mengapa kita masih meragukan pertolongan dan penyelenggaraan Tuhan?
Marilah kita berusaha untuk hidup hari ini. Dengan cara demikian, kita mampu mempercayakan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan, dari hari ke hari, dan setidaknya ketakutan atau kekhawatiran kita semakin berkurang, karena kita yakin memiliki Tuhan.
Sr. M. Stevanne, P. Karm
Sabtu, 21 Juni 2025
2 Kor 12: 1-10 Mzm 34: 8-13 Mat 6: 24-34
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

