Sebagai pengikut Kristus, kita tidak boleh cengeng atau mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Karena tantangan dan cobaan itu adalah bagian tidak terpisahkan dari perjalanan kehidupan kita.
Pengalaman Paulus dalam mewartakan Injil itu tidak luput dari penderitaan dan pengorbanan. Meski mengalami berbagai kesulitan, dari kekurangan makanan hingga penderitaan fisik yang parah, dia tetap setia melayani Tuhan. Baginya, penderitaan adalah tanda kesetiaan dan kerelaan untuk mengabdi kepada Kristus, yang jauh lebih berharga daripada segala harta duniawi.
Yesus sendiri menyoroti pentingnya memprioritaskan harta yang abadi di Surga daripada harta duniawi yang fana. Harta duniawi mungkin hilang, tetapi harta di Surga tidak akan pernah terkikis. Harta duniawi mungkin memberi kesenangan sesaat, tapi hanya hubungan kita dengan Kristus dan kekayaan di Surga yang benar-benar berharga dan kekal. Penderitaan dan pengorbanan dalam melayani Tuhan mungkin sulit, tapi semua itu akan menghasilkan berkat yang abadi di Surga.
“Ya Tuhan, berilah kami ketabahan dan keberanian untuk menghadapi tantangan dan penderitaan dengan penuh keyakinan, bahwa Engkau selalu bersama kami dalam setiap langkah hidup kami. Amin.”
Ziarah Batin

