“Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu” (Mat 6: 17).
Yesus secara khusus mengingatkan, ketika berpuasa kita harus meminyaki kepala dengan minyak cinta kasih, belas kasihan, dan sukacita rohani. Kita juga harus mencuci wajah kita, artinya membersihkan jiwa kita dari segala sikap pamer. Bukanlah hal yang keliru, ketika kita melakukan perbuatan kesalehan itu dan orang lain melihatnya. Jadi keliru, jika kita melakukan semua itu, karena ingin dilihat orang. Sebab dengan demikian, kita kehilangan tujuan utama dari matiraga yang merupakan bagian dari proses pengudusan.
Yesus mengajak kita untuk melakukan kebaikan secara tersembunyi. Bukan memamerkan yang dilakukan, tapi melakukannya hanya untuk Tuhan. Kita dapat meneladani St. Theresia Lisieux yang melakukan segala kebajikan dengan tersembunyi dan Tuhan mengganjarnya dengan rahmat kesucian yang sangat besar.
“Ya, Yesus yang baik, bantulah kami untuk melakukan perbuatan kebajikan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.”
Sr. M. Hillary, P. Karm
Rabu, 18 Juni 2025
2 Kor 9: 6-11 Mzm 112: 1-4.9 Mat 6: 1-6.16-18
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

