Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hanya dari pohon yang
berakar kuatlah yang
akan menghasilkan buah”
(Amanat Kehidupan)
Akar Kehidupan
Segala sesuatu perlu memiliki akar ‘kehidupan’ yang tertanam kuat dan dalam. Itulah perangai dasar dan naluri kuat sebagai spirit bawaan dari akar kehidupan ini.
Dalam konteks ini, maka Anda dan saya juga memiliki akar kehidupan. Jika tidak demikian, musnahkan kehidupan kita. Dalam waktu yang sangat singkat, akan sirnalah kehidupan ini.
Kehidupan Manusia Bertumbuh laksana Sebatang Pohon
Secara biologis, sebatang pohon itu hanya akan bertumbuh kokoh kuat justru, karena ia memiliki akar yang tertanam kuat ke dalam tanah. Akar (radiks) itulah sebagai pondasi paling dasar yang berpotensi bertumbuhnya sebatang pohon.
Sebuah Analogi
Jika kehidupan anak manusia itu dapat dianalogikan dengan bertumbuhnya sebatang pohon, maka kisah kehidupan anak manusia hanya dapat bertumbuh, jika kehidupannya itu didasarkan pada roh serta spirit iman yang kokoh.
Hanya dari akar pohon yang tertanam kokoh kuatlah, maka akan bertumbuhlah batang, cabang, reranting, dedaunan, bebungaan, serta buah. Itulah proses biologis serta dinamika kehidupan dari sebatang pohon.
Pohon Dikenal dari Buah
“Sebatang pohon baru dapat dikenal, justru dari buah-buahnya,” demikian sebuah idiom pragmatis dari kisah kehidupan ini. Sebuah idiom yang mau mendeskripsikan, bahwa sejatinya alur kehidupan ini akan berpuncak pada ‘hasil’ yang akan kita peroleh.
Dari balik misteri kehidupan ini, seorang anak manusia akan diuji, diukur, dan dinilai justru berdasarkan pada buah-buah ranum kehidupan yang dapat dihasilkannya.
Dalam refleksi tentang kehidupan ini, dapat kita konklusikan, bahwa “hanya dari akar dan batang pohon kehidupan yang tertanam kokoh kuatlah, kita akan memetik buah-buah merah ranum berlimpah.
“Pergilah kamu dan hasilkanlah buah-buah berlimpah!”
‘Buah-buah apa’ yang telah Anda dan saya hasilkan?
Wolotopo/Ende, 17 Juni 2025

