| Red-Joss.com | Kita tentu pernah mengalami hal yang sulit, rumit, atau bahkan terhimpit beban berat. Sehingga kita tidak tahu harus bersikap bagaimana dan berbuat apa.
Tidak sedikit di antara kita yang menghadapi tantangan itu sebagai batu ujian untuk naik tingkatan. Tapi tidak sedikit juga di antara kita yang menyerah, dan ‘nglokro’ alias putus asa.
Ketika kita banyak masalah dan mengalami kesulitan dalam hidup ini, adakah kita pernah mencari jawaban atau jalan ke luar dengan membaca Kitab Suci?
Cobalah, dan jangan kaget. Karena sesungguhnya tidak ada masalah dalam hidup ini yang tidak terpecahkan. Tidak ada kesulitan yang tidak teratasi dengan membaca dan merenungkan isi Kitab Suci.
Sesungguhnya, Kitab Suci itu tidak sebatas sebagai “The way of life”, pedomanan hidup umat beriman. Tapi, juga sebagai jalan kita ke luar dari berbagai masalah atau persoalan hidup dalam keseharian.
Dengan membaca, merenungkan, dan mempraktekkan isi Kitab Suci, jiwa kita makin diteguhkan, pikiran dijernihkan, dan hati ini jadi bening. Sehingga persoalan dan beban hidup yang menghimpit itu tampak kian mengecil dan tidak berarti di hadapan Allah Yang Mahabesar.
Inspirasi Yang Tak Pernah Kering
Sesungguhnya Kitab Suci adalah sumber inspirasi yang tiada habis-habisnya dan selalu menyegarkan jiwa.
Tidak sebatas sebagai “The way of life”, tapi juga sebagai kompas dan jalan hidup agar kita selamat dan bahagia bersama-Nya.
Hal itu saya alami dan rasakan, bahwa penyertaan Allah sungguh luar biasa dalam hidup keseharian ini.
Awalnya adalah, saat saya merasa sulit sekali dalam menuangkan ide atau gagasan itu ke dalam bentuk tulisan. Padahal sebelumnya saya tidak pernah mengalami hal itu.
Pola pikir saya sederhana. Untuk mengeluarkan gagasan, “output” berarti harus ada “input” terlebih dulu. Padahal saya hobi melahap banyak buku, mengikuti serasehan keilmuan, hingga ngobrol dengan banyak kalangan sebagai sumber bahan tulisan.
Faktanya saya sering menemukan kebuntuan dan sulit sekali untuk memulai, menuangkan ide yang meledak-ledak minta pelepasan.
Di saat gundah gulana itu, saya ingat ayat Kitab Suci, “Akulah jalan kebenaran dan hidup…” Saya tersentak, lalu merenungkannya.
Saya berdoa, mohon kepada Allah agar dibukakan dan dicerahkan pikiran dan hati ini. Saya lalu membaca 1 perikop dalam Kitab Suci secara acak. Konsentrasi dan fokus … Tiba-tiba kebuntuan itu jebol. Ide demi ide itu mengalir lancar untuk saya tuangkan ke dalam tulisan, baik berupa motivasi, inspirasi kehidupan, cerita fiksi rohani, dan sebagainya.
Dengan membaca Kitab Suci, ide untuk menulis itu tidak pernah kering. Bagi saya, menulis itu ibarat seekor rusa yang menemukan telaga yang jernih dan bening…
Kini, setiap kali hendak berbagi suatu karya tulisan, saya awali dan akhiri dengan doa agar Allah yang menyempurnakan hasilnya.
Terus menulis dan berbagi sebagai ungkapan syukur kepada Allah agar kita makin rendah hati.
…
Mas Redjo

