Yoh 19: 25-34
“Pasti suatu waktu, ketika kita bertemu dengan Yesus, Ia akan bertanya: “Saya telah memberikan Ibu-Ku kepadamu, tapi kenapa engkau menolaknya? Karena itu, di sini bukan tempatmu. Lalu apakah engkau meminta maaf? Rasanya sudah terlambat.”
Ajakan Yesus untuk memanggil Ibu-Nya sebagai Ibu kita dan menjadikan kita para pengikut-Nya sebagai putra-putri Maria jelas diperintahkan dalam Injil hari ini: “Ketika Yesus melihat Ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada Ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah Ibumu!” Sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya” (ayat 26-27).
Karena itu, inilah kebenaran iman yang harus diakui;
- Yesus memerintahkan kita untuk menjadikan Maria sebagai Bunda rohani kita;
- Jika engkau tidak menjadikan Maria sebagai Bundamu, maka engkau bukan pengikut Yesus;
- Bila engkau menghujat Bunda Maria maka apakah Yesus, Putranya masih bisa memaafkanmu?
Akhirnya ingatlah kata-kata Paus Fransiskus: “Jika ada orang Kristen yang tidak menjadikan Maria sebagai Ibunya, maka dia adalah orang Kristen yatim piatu.
Monsignor RD Inno Ngutra

