“Karena aman dalam perlindungan Tuhan, saya mudah tidur, meskipun di tempat ramai.” -Mas Redjo
Saya tidak mempunyai pantangan, apalagi merasa terganggu dengan suasana yang bersisik. Kapan dan di mana pun saya mengantuk, saya mudah terlelap tidur.
Semudah itu? Ya! Saya mempunyai resep cespleng, yaitu melepaskan beban pikiran dan los agar hati ini jadi tentram serta damai. Pikiran ini harus terarah dan fokus ke tujuan: tidur!
Jika belum berhasil, alias gagal. Coba ditelusuri akar masalahnya. Mengapa sulit tidur?
Banyak faktor yang membuat kita sulit tidur. Faktor yang utama dan pertama adalah pikiran kita yang tidak fokus, banyak masalah, dan rasa khawatir yang berlebihan.
Coba mohon pertolongan Tuhan agar kita mampu untuk mengurai dan melepaskan beban pikiran itu. Berserah pasrah pada kehendak-Nya. Atur nafas dalam doa, fokus, dan ikhlas.
Saya mudah tidur, karena selalu membiasaan diri untuk berserah total pada kehendak Tuhan. Penyertaan, pendampingan, dan terang Roh Kudus membuat hidup saya aman serta terlindungi.
Kebiasaan lain yang mendukung saya mudah tidur adalah kamar itu khusus untuk tidur. Peralatan tv dan musik komplet semua di ruang keluarga.
Ketika mengalami sulit tidur, saya membiasakan diri untuk membaca buku-buku renungan atau berdoa. Saya makin mendekatkan diri pada penyelenggaraan Tuhan. Sehingga jiwa saya jadi tenang, tentram, dan damai.
Saya lalu tertidur dalam damai …
Mas Redjo

