Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Manusia adalah citra Allah”
(Sabda Alkitab)
Makhluk Ciptaan Tuhan
Secara antropologis, manusia, tumbuhan, dan hewan adalah makhluk ciptaan Tuhan. Ketiga ciptaan itu, sama-sama memiliki naluri, namun hanya makhluk manusia, yang memiliki akal budi.
Keunikan Makhluk Manusia
Sungguh, makhluk manusia mendapat tempat mulia dan terhormat di mata Tuhan. Bukankah Alkitab telah menyatakannya, bahwa setelah menciptakan alam semesta, Tuhan bersabda, “Baik, adanya,” namun setelah menciptakan makhluk manusia, maka Tuhan pun bersabda, “Sungguh, amat baik adanya.”
Eksistensi manusia sebagai makhluk yang berakal budi kian meneguhkan keunikan dan keistimewaan makhluk manusia.
Lukisan Tangan Tuhan
Sungguh kita adalah lukisan tangan kasih Tuhan. Karena bukankah makhluk manusia adalah citra Tuhan?
Sebagai ekspresi dari gambar dan rupa Allah, makhluk manusia sepantasnya sadar serta tahu diri akan eksistensinya. Namun, yang terjadi, manusia justru telah menjerembabkan citra dirinya sebagai ciptaan yang hina dan berdosa.
Sehingga gambaran eksistensi manusia sebagai makhluk ciptaan yang termulia, justru telah bertolak belakang dengan rencana awal Tuhan.
Maka, kehadiran kita selaku manusia, kini hanya ibarat selembar lukisan tangan Tuhan yang telah tercecer dan tercemar sebagai akibat dari racun dosa. Kini keberadaan kita bagai selembar lukisan yang bertolak belakang dengan rencana Tuhan.
Lukisan yang Tercecer Tercemar
Ibarat membuang mutiara ke moncong babi, kini kehadiran dan keberadaan manusia hanya ibarat selembar lukisan yang tercecer serta tercemar di mata Tuhan. Dampaknya, bahwa nilai dan keluhuran kemanusiaan kita telah tergradasi.
Sungguh, betapa tragis dan hinanya derajat serta martabat kemanusiaan kita di mata Tuhan.
“Errare humanum est,” kekeliruan adalah sifat khas manusia.
Wolotopo, Ende, 5 Juni 2025

