“Banyak orang sukses tampil beda untuk menunjukkan statusnya. Tapi pribadi rendah hati bersembunyi di balik kesederhanaannya.” -Mas Redjo
Tanpa Tuhan, kita ini bukan siapa-siapa dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Sejatinya sesukses, sehebat, dan setinggi apa pun hasil pencapaian kita, lebih bijak disyukuri agar kita rendah hati. Semua itu anugerah Tuhan dan sekadar titipan-Nya.
Ketika tanpa hujan dan angin, AB mampir di toko, menggebu-gebu bercerita tentang kesuksesan MD, saya menanggapinya santai.
“Saya ikut senang, dia sukses.”
“Kau kerja sama dengan dia?” AB menatapku tajam. Saya tersenyum, dan menggeleng. “Kenapa?”
“Ndak. Sekarang yang mengurusi anak. Saya aktif kerjaan lain,” kilah saya lalu mengalihkan ke hal yang umum. Bagi saya MD itu masa lalu. Saya tidak bercerita aib MD, karena tidak ada gunanya. Saya telah memaafkan MD dan melupakannya.
Terbayang dalam ingatan saya, MD memberi uang ke anak buah agar menjual pelanggan spesial saya yang pembayarannya bagus itu padanya. MD mencari pembenaran diri dan tidak membayar hutang ke saya. Bagi saya teman adalah teman, tapi tidak untuk berbisnis dan bekerja sama, jika kepercayaan itu dilanggar dan dikhianatinya.
“Cinta akan uang itu akar dari segala macam kejahatan. Orang-orang yang memburu uang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri sendiri dengan berbagai dukacita” (1 Tim 6: 10).
Berbisnis dengan jujur dan benar itu berat, tapi melancarkan usaha dan hidup kita dilimpahi tentram serta damai.
Orang jujur itu murah rezeki dan berlimpah anugerah-Nya.
Mas Redjo

