“Tambahkanlah iman kami!”
(Luk 17: 5).
Kita ini makin hari kian beriman atau biasa-biasa saja? Dilihat saja indikasi-indikasinya. Misalnya dari hidup harian kita, seimbang tidak antara waktu bersama dengan Tuhan dan waktu yang diisi dengan kegiatan lain? Atau senang tidak, ketika kita bersama dengan Tuhan?
Dasar iman Kristiani kita sama. Tapi cara menghayati, menjalani, dan cara mengekspresikannya itu yang berbeda. Bahkan ada yang bilang, “Yang penting Tuhan tahu yang aku lakukan.” Oo, ya sudah! Kita doakan saja, semoga imanmu benar-benar membawa keselamatan hidupmu. Jangan pernah jadi ragu, begitu saja!
Sebab efek dari iman yang kita miliki, dan yang sedang dihayati ini sangat signifikan. Dari cara kita berpikir, merasa, dan bertindak itu bisa dilihat dari hal yang sebenarnya terjadi pada diri kita. Tidak harus menunggu dinilai oleh orang lain. Kita bisa menilai sendiri: “Aku makin beriman atau biasa-biasa saja?”
Di mana iman itu diletakkan? Di pusat hati atau di kartu identitas?
Di kedalaman batin atau pada assesoris? Apakah iman itu membantu kita jadi makin hidup, bergerak dan nyata dalam perbuatan atau iman itu membuat kita takut, malas, dan bersembunyi?
Sejatinya, kita dipilih Kristus untuk jadi saksi-Nya!
Rm. Petrus Santoso SCJ

