“Orang sakit itu harus dibawa ke dokter dan diobati agar sembuh. Tidak untuk ditelantarkan.” -Mas Redjo
Saya tertunduk malu. Sekaligus hati saya seperti digodam mendengar pengakuan kisah kasih Ibu IH yang tulus, sabar, dan rendah hati.
Bagaimana tidak. Sering kali suami tercinta mengkhianati, tapi IH tidak meminta pisah, bercerai, atau
meninggalkannya. Sebaliknya IH memberi maaf, mengampuni, dan tetap tinggal bersama keluarga.
Alasan IH sederhana, tapi didasari komitmen yang kokoh, terinspirasi oleh kekokohan karang Petrus, di mana Gereja didirikan Yesus.
Ketika IH menjalin hubungan lalu dilamar T yang terkenal itu, ia sadar diri dan memahami keberadaan T agar tidak mudah korslet terbakar cemburu. T dikelilingi banyak gadis, dan itu konsekuensi menikah dengan orang terkenal. Ia berdoa dan berharap, setelah menikah T berubah dan sayang keluarga.
Faktanya, jauh dari harapan dan impiannya. T tidak berubah, dan ketahuan selingkuh dengan teman seprofesinya. Diingatkan, mengaku menyesal, dan T dimaafkan.
Ketika T selingkuh, IH merenung, dan mawas diri. Padahal ia sangat peduli dan perhatian pada T, juga pada anak. Tapi, mengapa T tega melakukan dan melukai hatinya?
Bagi IH, T selingkuh itu ibarat orang sakit yang harus dibawa ke dokter untuk diobati agar sembuh. Tidak untuk ditinggal pergi, berpisah, dan bercerai. Tapi didampingi untuk mencari solusi yang terbaik. Sebab janji pernikahan suci itu amat berat. “Yang telah dipersatukan Tuhan, jangan diceraikan manusia.” Janji itu komitmen untuk sehidup semati. Bahwa kasih yang terbesar adalah, ketika kita bermurah hati untuk mengampuni.
IH mengajak T bicara dari hati ke hati untuk saling terbuka menerima masukan demi keutuhan keluarga. Ia memohon T untuk meninggalkan masa lalunya demi masa depan anak-anak.
“Saya percaya, cepat atau lambat T pasti sadar diri. Dengan nafas doa, saya menghidupi harapan dalam iman. Karena hanya Tuhan yang mampu mengubah hatinya,” kata IH optimis.
Menafasi hidup dalam doa, karena sejatinya semua peristiwa yang terjadi ini seturut kehendak-Nya.
Mas Redjo

