Tidak ada orang yang ingin berpisah. Faktanya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, demikian kata-kata bijak yang familiar di telinga.
Kita mendengar wejang perpisahan yang disampaikan Paulus kepada para penatua di Efesus. Di hadapan mereka, ia menceritakan tentang pelayanannya yang penuh dengan penderitaan, pengorbanan, dan air mata.
“Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”
Dengan begitu, Paulus ingin mendorong mereka agar tidak gentar menghadapi masalah-masalah dihadapi di waktu mendatang. Baginya, yang terpenting adalah menjalani hidup dengan penuh dedikasi pada panggilan dan misi, kurang dan lebihnya akan diatur oleh Tuhan sendiri.
Yesus melalui doa-Nya, menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap murid-murid-Nya, yakni mereka yang telah berjalan bersama-Nya, belajar dari-Nya, dan berbagi dalam misi-Nya. Isi doa-Nya menunjukkan kasih-Nya yang sempurna terhadap mereka. Ia menginginkan mereka dikuduskan dalam kebenaran-Nya, supaya mereka jadi satu sama seperti kesatuan sempurna antara Dia dan Bapa. Doa dari Tuhan Yesus ini mengingat kita akan pentingnya persatuan dalam menjalankan misi dan panggilan kita sebagai umat-Nya.
“Tuhan Yesus yang penuh kasih, satukanlah kami dalam kesatuan yang sempurna agar kami dapat menjalankan misi-Mu dengan satu hati dan satu tujuan. Amin.”
Ziarah Batin

