“Anak yang sukses dalam hidup itu tidak sekadar menghormati orangtuanya. Tapi mereka yang berani berkorban ikhlas hati.” -Mas Redjo
…
Sukses dalam karier dan prestasi itu tidak mudah, bahkan berat dan sulit. Dibutuhkan komitmen, daya juang pantang menyerah, konsekuen, dan konsisten untuk mewujudkannya.
Ternyata, sesukses-suksesnya dalam hidup itu tidak sebatas dinilai dari banyaknya prestasi dan materi yang dikumpulkan, atau mereka yang menghormati dan menyayangi orangtuanya. Tapi mereka yang berani berkorban dengan ikhlas hati untuk sesamanya.
Terpampang jelas dalam ingatan saya nasihat bijak Bapak, “Anak itu tidak untuk diumbar, tapi didiklah mereka untuk saling menyayangi agar kita tidak ditinggal pergi dalam sunyi dan sendirian.”
Maksud Bapak adalah, dalam mendidik anak itu dimulai sejak dini. Tidak lewat jalan otoriter atau nasihat kosong, tapi keteladanan yang dihidupi dengan perilaku baik. Seia sekata untuk seiring setujuan agar anggota keluarga makin akrab dan guyup.
Kuncinya anak-anak itu tidak untuk diubar, karena orangtua yang hilang kepeduliannya, karena asyik dan sibuk sendiri. Tapi orangtua yang tidak lelah memberi keteladanan, mengingatkan dengan hati, dan tidak lelah pula untuk mendoakan anak demi kebaikan mereka.
Keteladanan itu tanpa konflik dan tidak menuntut anak harus jadi apa dan bagaimana, tapi semua itu dilakukan dengan senang hati, karena mengasihi.
Mengingatkan dengan hati itu tidak kenal lelah, karena tanggung jawab sebagai orangtua yang dipercaya Tuhan untuk mendidik, ngemong, dan membesarkan anak-anak. Kita dipercaya untuk tidak mengecewakan yang anugerahi hidup ini.
Mendoakan anak yang terbaik, karena Tuhan mempunyai rencana atas hidup dan masa depan mereka. Kita memberi keteladanan iman yang baik agar selaras dengan kehendak-Nya.
Sejatinya hidup ini untuk memberi yang terbaik, tidak menuntut apa pun pada anak. Karena hidup kita yang terberi itu anugerah Tuhan agar kita ikhlas hati.
Hidup ikhlas hati, karena mengasihi. Tidak untuk alasan lain!
…
Mas Redjo

