“Karena sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Lk 17: 25).
Betapa berharganya kedua mata yang kita miliki ini. Bahkan ada ungkapan, “Ketika apa yang Anda dengar dan apa yang Anda lihat itu tidak sesuai, percayalah pada mata Anda.”
Mata itu tidak hanya berfungsi untuk melihat, tapi bisa berkontak dengan pikiran, hati, dan jiwa tentang yang dipikirkan, dirasakan dan yang menggetarkan batin ini. Mata benar-benar jadi pelita bagi tubuh kita.
Itulah sebabnya penglihatan yang tajam itu amat penting. Untuk kita bisa melihat yang sedang terjadi, dibutuhkan, dan yang bisa dilakukan. Juga kita bisa melihat yang hendak ditolong, melihat jalan mana yang bisa membawa kepada hidup yang benar dan mana yang bisa menghantar pada hidup yang sesat.
Yang diminta Yesus adalah, bagaimana dengan kedua mata kita untuk melihat, bahwa Kerajaan Allah itu ada di tengah-tengah kita. Jadi mudah untuk bisa melihatnya ketika ada damai, sukacita, kebersamaan, kegembiraan dan persatuan. Sebaliknya, jadi sulit dilihat, ketika hati ini dipenuhi dengan kebencian, caci-maci, permusuhan, dan iri dengki.
Coba dilihat dengan lebih tajam lagi tentang hadirnya Kerajaan Allah ini. “Percayai matamu” untuk bisa melihatnya. Mata kita tahu yang harus dikerjakan, setelah hati ini memberikan pertimbangan dan pikiran memutuskan, sehingga tubuh dan jiwa ini bisa bergerak untuk melakukan kebaikan-kebaikan.
Mata adalah pelita tubuh. Percayai matamu!
Rm. Petrus Santoso SCJ

