Red-Joss.com – Sesungguhnya, rezeki itu tidak sebatas berupa materi. Tapi juga berupa kesehatan, persahabatan, dan yang terutama adalah belas kasih Allah. Kita dicintai-Nya.
Belas kasih Allah adalah sumber mata air hidup kita, agar kita saling mengasihi satu dengan yang lain, dan bahagia.
Seperti yang saya alami pagi tadi. Saya memperoleh rezeki ‘nomplok’, ketika saya membuka pintu pagar halaman depan.
Rezeki itu berupa bangkai seekor kucing yang diberi kaos singlet. Artinya, kucing itu sengaja di buang di depan pagar rumah.
Apakah saya marah dan bersumpah serapah? O, tidak! Sebaliknya saya kasihan pada orang yang membuang bangkai itu. Alasannya sederhana, orang itu telah membuang rezekinya sendiri, karena kehilangan cinta kasih dalam hatinya.
Seharusnya, ketika ia memutuskan untuk memelihara hewan, ia memiliki komitmen dan tanggung jawab pada hewan piaraan itu. Ia bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup hewan itu, termasuk untuk mengobati atau merawatnya, ketika hewan itu sakit.
Kenapa?
Maaf, sesungguhnya hewan yang dipiara itu bagian dari keluarga kita. Sehingga, tidak seharusnya kita menyia-menyiakannya. Ibarat habis manis sepah dibuang, karena keegoisan kita.
Saya sedih, karena bangkai kucing itu tidak dirawat dan dimakamkan secara layak.
Saya mengambil bangkai kucing itu, lalu mengambil cangkul untuk menggali lubang di bawah pohon mangga.
Ketika saya menengadah ke langit, kucing itu seperti mengeong pada saya, mengucap terima kasih.
Saya juga berdoa pada orang yang membuang bangkai kucing itu, semoga ia menemukan cintanya yang hilang. Dengan makin mencintai hewan yang piaraan yang lain, sesama, dan anggota keluarganya.
Teruslah mencintai, karena kita selalu dicintai-Nya.
…
Mas Redjo

