Di saat perpisahan makin dekat, Yesus memberikan “damai sejahtera-Nya” kepada para rasul-Nya sebagai pusaka. Damai itu bukan sekadar kata-kata indah, melainkan suatu kekuatan yang dapat mengatasi ketakutan dan kesulitan. Terlebih terkait kepercayaan yang harus ditunaikan, yakni menjadikan semua bangsa murid-Nya.
Mungkinkah para rasul memikulnya? Tidak akan bisa tanpa integritas.
Kepercayaan tanpa integritas itu seperti pohon tanpa akar, tidak mampu berdiri tegak. Seseorang disebut mempunyai integritas, jika hidupnya sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini, selaras antara kata dan tindakannya.
Contoh: Pamong yang berintegritas, yakni dia yang melayani dengan target Tuhan yaitu menjadikan semua umat dilayani.
Seseorang yang diberi mandat jadi Pamong Wilayah, dia berusaha dengan cermat memenuhi mandat itu misalnya dengan menetapkan target di setiap pertemuan lingkungan di wilayah koordinasinya, min 40% dari total warga dpt hadir. Untuk apa? Ya, untuk memenuhi target Dia, Pemberi mandat: “jadikan semua bangsa murid-Ku.”
Koq seperti di dunia kerja? Kalau staf tidak bisa memenuhi target maka akan terdaftar sebagai calon ‘PHK’.
Seperti itulah wasiat Yesus untuk dilakukan murid-Nya. Mandat-Nya memang berat, maka para Rasul mendapat pusaka “damai-Ku untukmu.”
Salam sehat.
Jlitheng

