Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Runcingkan selalu
ujung mata pensilmu,
agar Tuhan dapat menuliskan tentang hari depanmu.”
Anda pun Sebatang Pensil
Sang kebijaksanaan dengan lantang berkata kepada semesta raya kehidupan ini, “Engkau adalah sebatang pensil bagi kehidupan ini, maka selalu runcingkan ujung mata pensilmu itu.”
Ternyata Anda, saya, dan kita ini laksana pensil-pensil kehidupan yang akan menari-nari di ujung jemari seni Sang Kehidupan.
Dia dengan leluasa lewat mata suci sadar-Nya akan menggoreskan sepenggal kehendak-Nya tentang siapakah kamu di masa depanmu.
Runcingkan selalu Ujung Mata Pinsilmu
Mengapa Anda perlu selalu meruncingkan ujung mata pensil? Jawaban sederhana, bahwa hanya sepotong mata parang tajamlah yang sanggup untuk memutuskan temali rintangan jalan. Demikian pula sebatang pensil yang meruncing ujungnya itu akan sanggup menuliskan kisah kehidupanmu.
Ajakan sang Kearifan
Maka,
- Hendaklah Anda selalu rela untuk meruncingkan ujung-ujung mata sadarmu, agar Anda sadar akan makna keberadaan dirimu di tengah planet bumi ini.
- Hendaklah Anda sanggup untuk bersikap setia kawan dan rela untuk berkorban demi keselamatan sesamamu.
- Hendaklah Anda sanggup untuk memaafkan kesalahan sesamamu di tengah carut-marutnya kisah kehidupan ini.
- Hendaklah Anda hidup dengan jujur dan tulus demi mencerahkan kebuntuan hidup sesamamu.
Karena bukankah Anda telah diciptakan untuk suatu kebahagiaan juga bagi sesamamu?
Ketahuilah pula, bahwa Anda hanya akan kian bermakna, justru tatkala ujung runcing mata pensil kehidupan Anda sungguh dimanfaatkan demi kesejahteraan hidup sesamamu?
Sadarilah Senantiasa
Sadarilah senantiasa, bahwa Andalah sebatang pensil kehidupan yang tajam ujung sadarnya itu. Dalam konteks yang berahmat ini, Anda telah jadi seorang sahabat terbaik di jalan kehidupan ini.
“Jadilah seorang sahabat terbaik bagi kehidupan ini!”
Wolotopo, Ende, 25 Mei 2025

