Oleh: Peter Suriadi
Paus Leo baru menjabat selama dua pekan, namun beliau telah menjadi subjek sejumlah video berita palsu yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Salah satunya video berdurasi 36 menit, yang dikecam oleh Vatican News, layanan berita Takhta Suci, yang konon ditujukan kepada Presiden Burkina Faso.
Video yang berjudul “Pope Leo XIV responds to Captain Ibrahim Traoré – A Message of Truth, Justice & Reconciliation” diunggah di akun YouTube “Pan African Dreams.” Video itu dibuat dengan menggunakan rekaman audiensi Paus Leo XIV dengan para jurnalis pada 12 Mei 2025. Teknik ‘mengubah bentuk’ digunakan untuk memastikan mulut Paus sesuai dengan teks dalam audio.
Dalam video tersebut, Paus Leo XIV menyebut Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traoré, sebagai ‘putra tanah Afrika, pembela rakyatnya’, dan mengharapkan rahmat dan kedamaian berlipat ganda baginya melalui kebijaksanaan, keberanian, dan kebenaran.
Paus Leo XIV kemudian memuji Presiden tersebut, dengan mengatakan, “Saya telah membaca kata-katamu bukan hanya sekali, tapi berkali-kali, dan setiap pembacaan makin mendalam daripada sebelumnya, karena dalam suaramu saya telah mendengar bukan hanya kemarahan seorang Presiden, tapi juga seruan kebenaran dari sebuah benua yang telah lama terluka oleh bilah ganda pengabaian dan eksploitasi.”
Burkina Faso telah dilanda perang saudara selama sekitar satu dekade. Traoré, sang Presiden, merebut kendali negara Afrika tersebut pada tahun 2022 melalui kudeta.
Berita palsu
Paus Leo XIV tidak pernah memuji Presiden Burkina Faso, demikian menurut Vatican News. Oleh karena itu, untuk menghindari beredarnya berita palsu terkait khotbah, amanat, wejangan, teks, kegiatan dan pesan video Paus Leo XIV, silakan mengecek dan memastikannya di portal Vatican News vaticannews.va, yang tersedia dalam berbagai bahasa, serta di situs web surat kabar Vatikan L’Osservatore Romano di osservatoreromano.va.
Khotbah Paus Leo XIV? Tidak Juga
Kanal YouTube “Pope Leo XIV’s Sermons” memiliki hampir 18.000 pelanggan dan hampir satu juta penayangan pada 25 videonya. Semuanya dibuat oleh kecerdasan buatan. Paus Leo XIV tidak pernah mengatakan apa pun terkaitkan dirinya, atau membaca dengan “suaranya” sebagaimana terunggah dalam video tersebut.
Video pertama yang diunggah di kanal tersebut, yang berjudul, “Pope Leo XIV First Message To All Catholics || Cardinal Robert Francis Prevost Speech” berisi khotbah yang sepenuhnya dibuat oleh kecerdasan buatan yang dikaitkan dengan Paus Leo XIV, dalam suaranya.
Video yang paling banyak ditonton berjudul “POPES WAKEUP URGENT CALL TO ALL TRUE CHRISTIANS || POPE LEO XIV SPEECH.” Video tersebut diunggah pada tanggal 13 Mei 2025 dan telah ditonton hampir 330.000 kali. Video ini merupakan sesuatu yang tidak pernah diucapkan oleh Paus, yang dibacakan dalam suaranya.
Meskipun semua video di kanal tersebut memuat pernyataan, bahwa “suara atau visual telah diedit secara signifikan atau dibuat secara digital,” komentar berkaitan video tersebut menunjukkan secara tidak langsung terlihat jelas, khotbah itu tidak pernah disampaikan oleh Paus Leo XIV.
“Wow! Bapa Suci kita menyampaikan kebenaran yang kuat dan menantang! Allah memberkatinya! Terima kasih. Tuhan, untuk Paus Leo XIV!” demikian bunyi salah satu komentar.
“Terima kasih atas khotbah yang perlu didengar oleh semua orang, jika kita ingin jadi pengikut sejati Tuhan kita. Sudah lama sekali saya tidak mendengar khotbah seperti ini. Semoga Allah memberkati Paus kita. Amin,” kata yang lain.
Ironi
Salah satu hal pertama yang dikatakan Paus Leo XIV dalam pidatonya kepada para Kardinal adalah kekhawatirannya seputar kecerdasan buatan.
Seraya menjelaskan pilihan namanya, Paus Leo XIV mengatakan, “Ada berbagai alasan (memilih nama Leo), tapi terutama karena Paus Leo XIII dalam Ensiklik Rerum Novarum yang bersejarah membahas masalah sosial dalam konteks revolusi industri besar pertama … Pada zaman kita, Gereja menawarkan kepada setiap orang perbendaharaan ajaran sosialnya sebagai tanggapan terhadap revolusi industri lainnya dan terhadap perkembangan di bidang kecerdasan buatan yang menimbulkan tantangan baru bagi pembelaan martabat manusia, keadilan, dan tenaga kerja.”
Paus Fransiskus telah menjadikan kecerdasan buatan sebagai pokok bahasan dalam berbagai khotbah dan wejangannya. Vatikan telah mempertimbangkan manfaat dan ancaman yang ditimbulkan oleh teknologi tersebut.
Bapak Peter Suriadi

