Red-Joss.com – Untung tidak jadi menggerutu. Hanya gara-gara mendapatkan tempat parkir yang agak jauh dari gereja, becek, dan hujan gerimis.
Padahal, saya mendapat kemudahan… Ada sangat banyak umat yang rela bermandi keringat di tengah malam yang dingin agar perayaan Natal perdana di gereja sendiri terlaksana dengan baik.
“Beruntung” …Maria, si gadis desa itu tanpa pikir panjang menjawab “YA” pada pesan malaikat Gabriel, sehingga membuat yang Ilahi lahir menjadi nyata di antara umat manusia ini.
Maria menjalani prosesnya dengan rela, mengandung janin yang tidak biasa. Lahir juga harus susah payah, karena mencari tempat tidak juga dapat. Tapi Maria sungguh orang muda yang lugu. Tidak sekali pun ia menggerutu. Wajar orang Kristiani abad itu memberi gelar “Theotokos” artinya yang membuat keilahian lahir.
Untung sekali… Yusuf anak tukang kayu itu mempunyai jiwa ‘altruistik’ (rela berkorban) yang hebat. Semua pesan yang hanya lewat mimpi, dia terima dengan rela dan menjalani sepenuh hati. Yusuf menerima Maria sebagai istri, menjaga Maria yang hamil, mencarikan tempat bersalin yang berakhir dengan palungan. Ia harus melarikan diri ke Mesir, karena Bayi yang baru lahir berada dalam bahaya, lalu kembali lagi ke Mesir dengan pastinya tidak mudah harus tinggal di mana. Dia menjalani hal itu tanpa menggerutu sama sekali.
Panggilan untuk menjadi “theotokos” abad ini masih berlaku. Melalui pengabdian dan pelayanan yang kita lakukan, “yang Ilahi itu lahir” dalam wujud nyata di antara kita, manusia.
Banyak sekali di antara kita yang memiliki ‘altruisme’ yang hebat, yang telah dan sedang menjalani pelayanan demi mewujudnyarakan yang ilahi itu.
Dengan demikian, seperti Maria dan Yusuf, kita telah “Ya” sebagai sahabat Yang Ilahi, mau menampakkan berkat-Nya pada mereka yang berkehendak baik, dan tanpa menggerutu.
Tak henti berbagi berkat.
…
Jlitheng

