Dalam berelasi, kita sering kali suka membeda-bedakan sesama kita. Kita cenderung hanya berteman dengan orang-orang yang menguntungkan atau menyenangkan kita. Tentu sikap seperti itu tidak sesuai dengan iman Kristiani. Sebab tindakan tersebut tidak sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus.
Dalam Injil hari ini, setelah menyebut para murid-Nya sebagai ‘sahabat’, Yesus berkata lagi, “Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” (Yoh. 15: 16). Yesus menyampaikan hal ini supaya kita belajar jadi pribadi yang inklusif dalam berelasi. Komunitas beriman yang dibentuk Yesus menekankan kesetaraan, sebab kita semua dipanggil dan dipilih oleh Dia. Kita tidak bisa menentukan sendiri pelayanan berdasarkan rasa suka dan tidak suka.
Kita perlu selalu terbuka pada rencana Tuhan yang dapat menggunakan siapa saja di sekitar kita, untuk memaklumkan Kabar Gembira. Ketika kita mudah melibatkan orang lain dalam pelayanan, buah-buah rohaninya akan jadi lebat dan dinikmati oleh lebih banyak orang.
Yesus mewujudkan kasih Bapa di dunia ini, yang ditujukan kepada semua bangsa. la memilih kita untuk jadi sahabat-Nya yang bisa diandalkan untuk bekerja di dalam Kerajaan Allah. Mau dan mampukah kita?
“Ya Tuhan, mampukan kami jadi pribadi yang terbuka terhadap siapa pun. Semoga pelayanan kami berbuah nyata dalam sukacita dan penghiburan bagi sesama. Amin.”
Ziarah Batin

